Periksa Tempat Kos, Satpol PP Kota Kediri Jaring 3 Pasangan Diduga Mesum

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Personel Satpol PP Kota Kediri menjaring tiga pasangan bukan suami istri bahkan ketiga pasangan tersebut diduga melakukan tindakan tak senonoh alias mesum, Selasa (28/7) siang. Tidak hanya penghuni kos, pemilik kos pun diberi sanksi tegas.

Ketiga pasangan tersebut yaitu Bm (32) laki-laki dengan pasangannya DR perempuan asal Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, FR (22) laki-laki asal Kecamatan/Kota Kediri dengan pasangannya NO (23) perempuan asal Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, dan JK (29) laki-laki dengan TA (22) perempuan asal Kecamatan Papar Kabupaten Kediri.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan,  operasi dan pemeriksaan serta razia ini dalam rangka meminimalisir keramaian guna pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. “Kami juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan Walikota Kediri Nomor 16 Tahun 2020, Tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kata Nur Khamid, Regu Pam keramaian Kecamatan Kota dan TDD gabungan dengan Polsek Kota menuju rumah kos yang berada di Jalan Masjid Al-Huda. Lokasi tersebut terdapat 20 kamar kos dan pemilik belum dalam menunjukkan perizinan.

Begitupula dengan pemilik kos yang berada di Kelurahan Semampir, pemilik kos dengan 13  kamar ini belum bisa menunjukkan izin usaha. “Kami mengimbau agar selalu mematuhi peraturan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” tegasnya.

Baca Juga: Periksa Tempat Kos, Tujuh Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan 

Saat personel memeriksa di tempat kos lainnya yang mempunyai 8 kamar kos, selain belum bisa menunjukkan izin usaha ternyata ditemukan 2 pasangan bukan suami istri. “Masih di Kelurahan Semampir, kami menjaring 2 pasangan bukan suami istri yang diduga melakukan tindakan tidak senonoh,” ujarnya.

Personel segera meminta kedua pasangan tersebut ikut ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk pendataan dan pembinaan lebih lanjut. “Di kos ketiga dengan 10 kamar, kami belum menemukan pelanggaran, hanya belum bisa menunjukkan izin,” imbuhnya.

Baca Juga: Ratusan Penghuni Lapas Tulungagung Jalani Tes Cepat Massal

Baca Juga: Polsek Puncu Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa

Saat memeriksa tempat kos lainnya berjumlah 15 kamar, lanjutnya, personel mengimbau untuk pemilik segera melengkapi izin. Namun, saat memeriksa tempat kos terakhir dengan jumlah 8 kamar, personel kembali menjaring satu pasangan bukan suami istri.

“Ada satu tempat kos yang menjadi sasaran, tapi tidak ditemukan pelanggan untuk penghuni kos. Dari hasil pemeriksaan ini, kami menduga ada tempat kos yang disalahgunakan sebagai tempat melakukan tindakan asusila. Apabila terbukti pemilik menyediakan tempat, akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor :  Achmad Saichu