Periksa 8 Saksi, Polisi Belum Tahu Identitas Terlapor

Kediri, Koran Memo – Satreskrim Polres Kediri Kota masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus pencabulan yang diduga dilakukan “Koko” (60). Polisi mengaku hingga saat ini belum mengetahui siapa pria yang dikenal nama Koko tersebut. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

Baca Juga :
Polisi Belum Ungkap Identitas Terlapor, Komnas PA : “Polisi Harus Tuntaskan Kasus Ini”, Bos Aspal Dipolisikan, Diduga Cabuli Sejumlah ABG

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban. Sampai saat ini kami telah memeriksa empat saksi korban dan empat saksi orang tua,” tegas Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Wisnu Prasetyo saat dikonfirmasi kemarin.

Mengenai dugaan pencabulan yang memakan banyak korban ini, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Dari keterangan para korban petugas mengetahui nama baru yang diduga juga korban dari kebejatan Koko. Petugas akan memanggil korban tersebut dan memintai keterangannya.

“Saat ini anggota kami sedang melakukan pemanggilan terhadap satu orang saksi yang diduga juga menjadi korban Kk,” ungkap AKP Wisnu.

Lalu siapakah pria yang akrab dipanggil Koko tersebut ? Apakah memang seperti dugaan salah satu pengusaha aspal di Kediri ? Mengenai hal tersebut AKP Wisnu masih belum bisa memastikan siapa Koko tersebut. Pihak kepolisian mengaku belum melakukan identifikasi terhadap terlapor.

AKP Wisnu mengungkapkan dari keterangan para korban mereka mengaku jika terlapor biasa dipanggil “Koko. Para korban mengetahui jika pria tersebut tinggal di Kecamatan Pare dan bekerja di sebuah perusahaan di Surabaya. Sementara untuk ciri-ciri fisik, pelaku berusia sekitar 60 tahun dan berbadan tinggi tegak.

Sementara itu Lebaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Uniska siap mendampingi para korban. Mereka akan mendampingi para korban selama manjalani pemeriksaan di Unit Perlindingan Perempuan dan Anak. Hal ini mereka lakukan agar tidak ada tekanan dari pihak tertentu yang dapat menganggu psikologi korban.

“Kami akan mendampingi para korban saat menjalani penjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota,” tegas Penasehat Hukum Emi Puasa Handayani SH.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (4/7) lalu Polres Kediri Kota mendapat laporan dugaan pencabulan yang dilakukan “Koko”. Peristiwa ini dialami oleh dua pelajar yang masih duduk dibangku sekolah. Kedua remaja tersebut berinisial An (16) dan Ag (17) yang merupakan warga Kota Kediri.

Peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan “Koko” ini terjadi pada Februari 2015 lalu. Kedua remaja tersebut diajak ke sebuah hotel yang ada di Kabupaten Kediri. Di tempat tersebut kedua remaja yang masih menyandang status pelajar ini disetubuhi secara bergantian.

Perbuatan kedua dilakukan sekitar bulan April lalu. An bersama temannya Me (17) kembali ke hotel yang sama. Di tempat tersebut Koko kembali melakukan hubungan layaknya suami istri kepada An dan Me. Kedua pelajar tersebut digilir secara bergantian hingga Koko merasa terpuaskan. Koko kembali memberikan uang sebagai imbalan kepada kedua pelajar tersebut. (c5)

Follow Untuk Berita Up to Date