Perekonomian 2 Desa Lumpuh

Share this :

Blitar,Koran Memo – Jebolnya sebuah sabo dam yang menghubungkan Desa Ngaringan dan Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yang merupakan jalur lahar Gunung Kelud setelah diterjang derasnya aliran air akibat tingginya curah hujan menyebabkan roda perekonomian dan pertanian di dua desa tersebut lumpuh. Masyarakat harus melewati perjalanan kurang lebih 3 kilometer untuk menjangkau jalur utama.

Sabo Dam aliran lahar kelud di Desa Soso yang menghubungkan Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari ambrol total (arief/memo)
Sabo Dam aliran lahar kelud di Desa Soso yang menghubungkan Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari ambrol total (arief/memo)

“Beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi, jadi ambrol. Selain itu aliran air di sabo dam itu juga hanya berfungsi satu, sementara lainnya tertutup pasir,ini sabo dam yang jebol sudah total,” kata Kepala Desa, Agus Tri Djaja.

Ia mengatakan ambrolnya sabo dam itu sepanjang 25 meter. Jalur itu menghubungkan antara Desa Soso ke Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari. Ambrolnya sabo dam itu juga mengganggu aktivitas warga, sebab jalur itu sering dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.

Karena sering dimanfaatkan warga, akhirnya jalur itu ditutup sementara, demi menghindari adanya hal yang tidak diinginkan, salah satunya kecelakaan. Warga pun harus memutar lewat jalur lain jika ingin ke deerah yang dituju baik ke Desa Ngaringan ataupun Desa Soso. “Jalur itu ditutup total karena membahayakan, ambrolnya kurang lebih 25 meter, ” ujarnya.

Pihak desa juga rela melakukan kordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Blitar untuk segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Jatim untuk perbaikan. Masyarakat berharap, perbaikan segera dilakukan, sebab jalur itu sangat penting untuk aktivitas warga sehari-hari. “Kami sudah koordinasi, dan berharap perbaikan segera dilakukan. Kami menunggu untuk persiapan pengecekan ke lokasi,” katanya.

Selain itu karena rusak dan jalur ditutup, warga tidak leluasa untuk lewat jalur tersebut. Mereka harus memutar, bahkan hingga 3 kilometer ke daerah yang dituju. Agus berharap, perbaikan sabo dam itu juga secepatnya dilakukan, agar aktivitas warga kembali seperti semula.   “Kami berharap agar perbaikan segera dilakukan. Jalur itu sangat penting, sebab digunakan oleh warga sehari-hari,” ujarnya.

Selain di sabo dam tersebut, Sungai Lekso di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar juga ambrol. Namun, sungai itu tidak dimanfaatkan untuk aktivitas warga sehari-hari, sehingga saat ini yang diharapkan menjadi prioritas perbaikan adalah di sabo dam itu. Dari pantauan Koran Memo di lokasi diketahui jika jebolnya sabo dam tersebut saat ini malah menjadi tontonan warga saat air aliran lahar Kelud tersebut banjir.(rif)