Perekaman Video Pelajar Telanjang Dada Dilakukan di Venus Kafe 

Tulungagung, koranmemo.com –  Pengelola kafe-karaoke Venus di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung mengakui jika video berdurasi dua puluh detik yang memeragakan aksi tak senonoh antara dua pemuda-pemudi diambil di salah satu room miliknya.

Hal tersebut diungkapkan oleh manajer kafe-karaoke Venus Dita Bayu (34) kepada Koranmemo.com saat dikonfirmasi pada Sabtu (27/1) siang.

“Iya benar mas, video berdurasi sekitar dua puluh detik tersebut diambil di salah satu room kami,” tegasnya.

Dia mengaku, baru mengetahui video tersebut pada Rabu (24/1). Saat itu anggota Polres Tulungagung menemuinya untuk mengklarifikasi terkait video tersebut.

“Setelah saya melihat, roomnya memang mirip dengan yang ada disini. Lalu saya kumpulkan semua karyawan untuk memastikannya,” katanya.

Budi melanjutkan, setelah dicek ternyata benar jika video tersebut diambil di kafe-karaokenya. Selanjutnya, dirinya memberitau pihak kepolisian tentang kebenaran lokasi dalam video tersebut.

“Saya beritahu pihak kepolisian sambil minta petunjuk,” ujarnya.

Masih menurut Bayu, dirinya menegaskan meski video tersebut diambil di salah satu room nya namun pemandu lagu yang ada dalam video tersebut bukanlah pemandu lagu yang disediakan oleh pihak Venus. Bahkan, tidak ada sama sekali yang mengenalnya.

“Semua kita hubungi, katanya tidak ada yang kenal. Kalau pengunjung pria memang sering ke sini,” terangnya.

Selain itu, dalam video tersebut si pemeran cewek mengenakan celana panjang. Padahal, semua pemandu lagu mayoritas memakai bawahan jenis rok.

“Si laki-laki kalau kesini tidak pernah menggunakan jasa pemandu lagu, dia selalu membawa teman sendiri, salah satunya ya itu,” imbuhnya.

Bayu menjelaskan, setiap penyewa room memang diberikan privasi tersendiri di dalam room tersebut. Apabila si penyewa membutuhkan bantuan barulah pengelola mendatangi room tersebut.

Namun demikian memang ada hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti membawa makanan/minuman dari luar, membawa senpi/sajam, melakukan mesum/prostitusi, berseragam sekolah, bertindak anarkis dan sebagainya.”Kita tidak berani melanggar itu mas, karena sama halnya dengan bunuh diri,” ungkapnya.

Bahkan, setiap ada pemandu lagu baru yang datang ke Venus pihaknya selalu mengecek KTP asli. Meski diatas 18 tahun dan memilik KTP pihaknya tetap melarangnya.

“Baru boleh kalau sudah usia 23 tahun dan memiliki KTP, tetapi kalau pengunjung meski anak-anak kami perbolehkan asal dengan keluarganya,” tambahnya.

Bayu menambahkan, atas kasus ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. Pihaknya juga tengah bekoordinasi bagaimana langkah hukum yang akan ditempuhnya. Karena atas kejadian ini pihaknya banyak dirugikan dan mencoreng nama Venus.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.