Percobaan Vaksin HIV pada Manusia Dihentikan

Share this :

Montana, koranmemo.com – Percobaan vaksin HIV pada manusia yang disponsori oleh Institut Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) pada sejumlah warga Afrika Selatan telah dihentikan. Vaksin yang sedang diuji coba dihentikan karena ditemukan tidak memberikan dampak untuk mecegah HIV. Tidak ada masalah kesehatan yang dilaporkan dari kegagalan vaksin ini.

Uji coba vaksin HIV yang diberi kode HVTN 702 telah dihentikan sejak Senin (3/2) waktu setempat. Berdasarkan data dari NIAID dan dewan pemantauan keselamatan (DSMB) menemukan vaksin tersebut tidak efektif dalam mencegah HIV. Mengenai dampak kesehatan bagi sejumlah warga yang menjadi sampel percobaan, baik NIAID dan dewan menyatakan tidak ada masalah dan akan terus memantau perkembangan mereka.

Meski vaksin yang sedang diuji coba saat ini mengalami kegagalan namun penelitian mengenai penemuan vaksin HIV akan terus dilakukan. ”Penelitian mengenai vaksin HIV akan tetap dilanjutkan dengan melakukan pendekatan-pendekatan lain. Kami meyakini dapat membuat vaksin HIV yang aman dan efektif,” ujar Direktur NIAID, Dr. Anthony Fauci dikutip dari situs NIAID.

Menyusul pemberitaan mengenai pemberhentian uji coba vaksin ini, Global HIV Vaccine Enterprise menyatakan, pihaknya merasa sangat kecewa dengan hal tersebut. Perusahaan ini adalah aliansi dari penyandang dana dan pemangku kepentingan yang dibentuk untuk mempercepat penelitian vaksin HIV.

“Ini adalah kemunduran yang signifikan dalam bidang ini. Tingkat infeksi HIV, yang terus berlanjut, semakin membutuhkan perhatian global dan investasi untuk penelitian ini,” ujar mantan presiden International AIDS Society dan ketua Enterprise Advisory Group, Linda Gail Bekker.

Uji coba vaksin HVTN 702 sendiri telah dimulai sejak 2016 lalu. Tercatat 5.407 warga yang terbukti tidak mengidap HIV di 14 lokasi dari seluruh Afrika Selatan, bersedia menjadi sukarelawan untuk uji coba vaksin tersebut. Relawan yang terdaftar merupakan pria dan wanita yang berusia 18 hingga 35 tahun. Mereka secara acak menerima vaksin atau suntikan placebo.

Percobaan yang telah dilaksanakan menunjukan, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam infeksi HIV berikutnya, di antara sukarelawan yang menerima vaksin dan yang menerima placebo. Tercatat ada 129 infeksi HIV yang terjadi di antara penerima vaksin dan 123 infeksi HIV yang terjadi di antara penerima placebo.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya