Penyuluhan oleh Balai Bahasa Jawa Timur: Memartabatkan Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri

Nganjuk, koranmemo.com – Balai Bahasa Jawa Timur menggelar penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang untuk ketiga kalinya, Jumat (25/10) dan Sabtu (26/10) pagi, di Hotel Front One Kabupaten Nganjuk. Berbagai pihak dilibatkan dengan harapan dapat membagikan materi sosialisasi tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ke instansi atau komunitas masing-masing.

Berbagai perwakilan instansi mulai lembaga pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD), Polri, TNI, hingga pihak swasta, dilibatkan dalam kegiatan kali ini. Acara dibuka oleh Edy Sukarno, Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Cabang Nganjuk, dan Amir Mahmud, Peneliti Madya 4 C Balai Bahasa Jawa Timur, yang sekaligus menjadi pemateri.

Pada kesempatan ini para peserta menyimak materi yang diberikan oleh para pemateri. Setelah itu, masing-masing peserta mengikuti tes tulis untuk menguji pemahaman mereka seputar tata Bahasa Indonesia yang benar.

“Kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesia media luar ruang di Jawa Timur kira-kira ada sepuluh kabupaten, di Nganjuk ini merupakan yang ketiga. Pertama adalah koordinasi, kedua sosialisasi, ketiga penyuluhan,” ungkap Amir Mahmud, Peneliti Madya 4 C Balai Bahasa Jawa Timur.

Amir mencontohkan, berbagai dinas di lingkup pemerintah maupun perusahaan swasta seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Dengan kata lain, lembaga – lembaga itu hendaknya mengutamakan Bahasa Indonesia dalam kegiatan dan pelayanan sehari – hari.

“Bahasa asing itu boleh dipakai tapi di bawah Bahasa Indonesia, maksudnya harus memartabatkan Bahasa Indonesia di negara sendiri. Untuk saat ini Bahasa Indonesia di negara kita kurang bagus. Kita harus menjadi teladan untuk penggunaan Bahasa Indonesia, melalui penyuluhan Bahasa Indonesia media luar ruang perlu kita ajak bersama-sama menerapkan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah , mulai Undang-Undang Dasar 1945, UU 24 tahun 2009, kemudian Peraturan Presiden 63 tahun 2019,” jelasnya.

Lebih jauh, Amir menyebut target jangka pendek dari kegiatan ini, yaitu peserta bisa mengamati serta mendata bahasa-bahasa media luar ruang yang ada di Kabupaten Nganjuk yang belum sesuai dengan harapan undang-undang. Menurutnya, jika dilihat dari data-data yang ia ambil sebelumnya, penggunaan bahasa media luar ruang di Kabupaten Nganjuk sudah bagus.

“Hanya saja kadang masih ada yang terbalik, misalnya Inggris dulu, tapi ada juga yang mengikuti peraturan yakni Bahasa Indonesia dulu baru bahasa asing. Itu sudah bagus. Kegiatan berlangsung dua hari dengan peserta yang sama, supaya para peserta lebih matang,” tandasnya.

Pihak Balai Bahasa Jawa Timur berharap, setelah kegiatan ini para peserta bisa membantu memberikan pemahaman tentang penggunaan Bahasa Indonesia di lembaga masing – masing. “Peserta juga harus paham, kita itu tidak anti bahasa asing, tapi justru menempatkan bahasa asing juga disertai Bahasa Indonesia. Hanya tempatnya Bahasa Indonesia dulu baru bahasa asing, atau bahasa daerah dulu baru bahasa asing,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang oleh Balai Bahasa Jawa Timur ini digelar selama dua hari berturut-turut. Pemateri pada hari pertama yakni Suhartono, Dosen Unesa serta Tri Winiasih, peneliti dari Balai Bahasa Jawa Timur. Sedangkan untuk hari kedua, peserta yang ikut dalam kegiatan masih sama. Rencananya, pemateri adalah Dian Rusmiati, Peneliti Bahasa Jawa Timur dan Dr. Mulyono dari Unesa.

Reporter Muji Hartono/Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date