Penyitaan Obat-Obatan Terlarang Terbesar di Asia Tenggara

Share this :

Manila, koranmemo.com – Myanmar telah mencatatkan penyitaan obat-obatan terlarang terbesar di Asia Tenggara. Hasil ini merupakan operasi yang dilakukan sepanjang bulan Februari hingga April di daerah Kutkai, negara bagian Shan.

Melalui operasi ini, pihak yang berwenang berhasil menyita hampir 200 juta tablet methamphetamine, 500 kilogram methamphetamine kristal, 300 kilogram heroin, dan 3.750 liter metil fentanyl. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri mengakui hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Asia Tenggara.

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menggambarkan, tangkapan ini sebagai salah satu operasi pemberantasan narkotika terbesar dan paling sukses dalam sejarah Asia Tenggara. “Apa yang telah dihasilkan melalui operasi ini benar-benar tidak masuk akal,” ujar Jeremy Douglas, perwakilan UNODC di Asia Tenggara dan Pasifik dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Guardian, Selasa (19/5).

Douglas juga mengatakan, produksi obat terlarang dalam skala besar ini hanya bisa terjadi melalui jaringan kelompok kriminal antar negara yang sangat kuat. Penemuan metil fentanyl dalam jumlah besar sendiri baru pertama kali terjadi. Hal ini menandakan akan adanya potensi jenis obat terlarang sintetis baru dari bahan ini.

Metil Fentanyl memiliki kekuatan lima puluh kali lebih kuat dari heroin dan 100 kali lebih kuat dari morfin. Fentanyl juga memiliki bahaya yang sangat tinggi jika sampai dikonsumsi oleh manusia, zat ini hanya membutuhkan dua milligram untuk melakukannya.

Fentanyl sendiri sudah pernah menyebabkan krisis opioid di Amerika Serikat pada tahun 2018 lalu dan menewaskan 32.000 jiwa. Opioid sendiri adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri di dunia kedokteran.

Negara bagian Shan yang memiliki letak strategis dan biasa disebut dengan segitiga emas, karena berdekatan dengan Myanmar, Laos, Cina, dan Thailand. Wilayah ini hampir tidak terganggu oleh pihak berwenang selama ini.

Menurut hasil investigasi yang ada, ada beberapa jalur perdagangan dari obat-obatan buatan ini, jalur selatan, utara, dan barat. Untuk jalur barat diperdagangkan melalui Thailand, ke utara menuju China, dan ke barat menuju Bangladesh. Dalam penangkapan ini, pihak kepolisian juga telah menangkap 33 orang dan berjanji untuk memproses kasus ini hingga akarnya, termasuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya