Penyerang Pimpinan Ponpes Paciran Terkuak

Share this :

Lamongan, koranmemo.com-Tidak hanya mendapatkan perhatian khusus kepolisian di Lamongan, dugaan penyerangan akan dilakukan pria nyleneh  yang diduga gangguan jiwa kepada pimpinan pondok pesantren Karangasem Paciran, KH. Abdul Hakam Mubarok mendapat perhatian khusus Polda Jatim, Senin (19/2).

Sementara, sampai hari ini, Selasa (20/2) siapa pria tersebut berhasil teridentifikasi. Priayang mengejarpimpinan ponpes tersebut bernama Nandang Triyana (23) asal warga Desa  Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P. Hutagalung dikonfirmasi membenarkan bahwa identitas pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut benar warga Cirebon. “Itu hasil perkembangan penyidikan dan intrograsi,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, tim penyidik berinisiatif melakukan koordinasi dengan Polres Cirebon. Alhasil, melalui keterangan Kasat Reskrim Polres Cirebon bahwa yang bersangkutan berasal dari Kecamatan Lemahbang.

Setelah itu, tambah Feby, petugas mendatangi dan menunjukan foto pelaku kepada orang tuanya. Didapat keterangan bahwa pria tersebut mengalami gangguan jiwa dan sudah meninggalkan rumah selama empat tahun yang lalu.

Sekedar diketahui, informasi yang berhasil dihimpun sejak kejadian, sekitar Minggu pukul 12.00 WIB siang, terdapat orang tak dikenal masuk di lingkungan masjid Pondok Pesantren Karangasem Desa/Kecamatan Paciran Lamongan. Pria nyleneh tersebut tiba- tiba mendekati Mubarok tanpa alasan yang jelas.

Kebetulan saat itu, pimpinan Ponpes tersebut usai melaksanakan salatDhuhur seketika itu langsung berperilaku aneh. Mengetahui itu, Mubarok menjauhi orang tersebut.Tapi, pria misterius tersebut tetap mengejar dan menantang berkelahi.

Mengetahui ada kejanggalan, masyarakat sekitar langsung mengamankan pria setengah gila tersebut. Sembari berkali kali dicecar pertanyaan oleh masyarakat, namun orang tersebut hanya diam. Hingga akhirnya warga sepakat untuk membawanya ke kantor Kepala Desa setempat hingga diserahkan ke Polres Lamongan.

Kepada koranmemo.com, menanggapi kejadian yang menimpanya, KH, Hakam Mubarok mengaku jika pihaknya melakukan peneguran dengan santun. Sayangnya, pria tersebut malah emosi hingga menjadi-jadi. “Saat dikejar, saya sempat terjatuh dan juga menantang saya,” beber Mubarok.

Sekarang, tambahnya, biar kepolisian yang menangani. Jika diketahui pelaku itu gila, saya ikhlas untuk dilepaskan. Namun, jika diketahui normal, agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Takutnya hal itu modus baru dalam menjalankan hal lain yang diinginkan.

Sementara itu, Kapoda Jawa Timur  Irjen Pol, Drs Mahfud Arifin, SH, menyampaikan, saat press release di pondok pesantren Karangasem Muhammadiyah mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tim psikiater. “Hingga saat ini identitas dan tujuan pelaku belum bisa diketahui. Sementara ditangani Polres Lamongan dan diback-up oleh Polda Jatim,” ujarnya.

“Pelaku belum bisa dikatakan gila atau tidaknya. Kita menunggu waktu dan hasil dari psikiater. Kami menghimbau pada masyarakat, jangan sampai berkomentar yang berlebihan apalagi belum mengetahui kebenarannya. Mari menjaga kondusifitas, keamanan, ketentraman wilayah bersama-sama, ” imbuh Mahfud.

Reporter: Suprapto/Fariz

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.