Kasus Penyelundupan Narkoba dalam Buah Salak Berlanjut, Ini Pengakuan Sang Istri

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang mendalami keterangan VN (33) asal RT 04/RW 06 Dusun Krandegan, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, yang nekat menyelundupkan pil koplo dalam buah salak ke Lapas Klas IIB Jombang, dengan tujuan kepada H (35), suaminya, yang mendekam di Lapas, Senin (24/8) lalu.

Dalam pengakuannya, ibu tiga anak ini menerima upah Rp 200 ribu dalam setiap pengiriman, dimana aksi ini diakuinya sudah dilakukan dua kali.

Istri narapidana tersebut juga mengaku menyesali perbuatannya dan mengaku mengingat ketiga anaknya. Wanita kelahiran Nganjuk ini juga mengaku tidak mengetahui kalau salak pesanan sang suami ternyata berisi narkoba berupa pil koplo.

“Ya sewaktu diambil sudah berupa salak, saya hanya mengantar saja. Pengiriman pertama nggeh lancar, saya Ndak tau kalau itu narkoba, kalau tahu seperti ini ya menyesal pak karena kelingan (ingat) tiga anak-anakku yang terakhir masih setahun (umur 1 tahun). Karena di Lapas, suami tidak pernah kirim uang sama sekali,” ujar VN dalam pers rilis di Mapolres Jombang, Kamis (27/8) siang.

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho menyebutkan, aksi istri narapidana ini tidak kali pertama. Sebelumnya sudah mengirimkan barang bukti yang sama berupa salak sebulan yang lalu kepada suaminya yang sudah mendekam di Lapas IIB Jombang.

“Jadi modusnya pelaku ini memasukkan barang bukti dimasukkan kedalam salak yang sebelumnya sudah dikosongkan dan kemudian dimasukkan okerbaya tersebut dengan dilapisi sebuah tisu untuk merekatkan kulit salak itu agar bisa mengelabui penjaga lapas. Aksi pelaku ini sudah 2 kalinya dan ini yang kedua, iya ada dugaan selama dua bulan ini dilakukan berturut-turut. Nantinya akan kita kembangkan informasikan dari hasil pemeriksaan selanjutnya, siapa teman yang menitipkan salak kepada atasnama VN tersebut,” ungkap AKBP Agung saat diwawancarai dalam jumpa pers di Mapolres Jombang.

Baca Juga: Nagih Uang Tips, Pemandu Lagu Dianiaya Warga Ngunut di Eks Lokalisasi

Sementara atas perbuatannya pelaku VN telah menyelundupkan narkoba kedalam lapas, kini dikenakan Pasal 196 UU nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan ancaman hukumannya 12 tahun.

Selain itu, polisi belum bisa mengetahui saat disinggung mengenai adanya kemungkinan diedarkan kedalam lapas barang bukti tersebut. Hingga kini, menurut Kapolres, sementara suami pelaku yang berada didalam lapas belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Atas terkait hal itu belum, nantinya akan kita periksa dahulu apakah nanti periksanya disini ataukah disana (dalam Lapas). Pastinya nanti penyidik yang dipimpin oleh pak kasat yang memimpin, untuk mengetahui pemasoknya ini siapa dalangnya,”  terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas lapas kelas IIB Jombang mendapat titipan barang dari seorang pengunjung perempuan yang ditujukan kepada suaminya yang sedang menjalani masa hukuman dalam kasus Narkoba. Namun pada saat pemeriksaan titipan tersebut, ditemukan berupa satu bungkus plasti kresek yang didalamnya berisi buah salak dan jeruk serta lauk pauk. Kemudian, ditemukan ada 9 buah salak terdapat 1815 butir narkoba jenis Pil Dobel L, yang sudah ditinggalkan oleh pengirimannya setelah mengantarkan barang bukti tersebut kedalam Lapas Jombang.

Baca Juga: Polresta Kediri Atur Pelaksanaan Kegiatan Untuk EO di Tengah Pandemi

Baca Juga: ATR/BPN Surabaya 1 Bagikan Sertifikat Gratis kepada Warga Kelurahan Lontar

Kemudian setelah polisi berhasil melakukan penyelidikan, polisi telah berhasil menangkap pelaku saat berada di rumah orang tuanya di wilayah Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari data pengirim yang telah didapatkan oleh petugas jaga Lapas, perempuan ini merupakan istri dari salah satu warga binaan lapas berinisial H (35) yang sudah mendekam 2 tahun.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor: Della Cahaya