Tahap I Selesai, Penutup Taman Nyawiji Belum Dibuka

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Proyek fisik pembangunan Taman Nyawiji tahap pertama oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, diklaim sudah selesai tepat waktu dan dilakukan penyerahan tahap dua (FHO). Kendati demikian, hingga kini masyarakat umum belum bisa menikmati secara bebas taman yang dijadikan ikon kota bayu lantaran masih dibatasi pagar seng sebagai pembatas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Tri Wahju Koentjoro, mengungkapkan jika keberadaan pagar pembatas sengaja tidak dilepas karena menunggu proyek tahap selanjutnya. Selain itu, alasan factor keamanan terhadap aset di dalam taman juga menjadi salah satu alasan dilakukannya kebijakan tersebut.

“Itu tetap kita pasang (pagar pembatas) supaya lebih aman, dengan begitu mencegah terjadinya kehilangan barang atau aset yang ada di dalam taman. Kita juga menugaskan petugas jaga setiap malam. Terlebih lagi, sebenarnya saya sengaja tidak melepas pagar pembatas lantaran ingin memberikan surprise (kejutan) kepada masyarakat Nganjuk,” ungkapnya.

Di lain sisi, lahan di sekitar lokasi Taman Nyawiji menjadi sasaran empuk para pengusaha kuliner. Ruko-ruko mulai dibangun hingga banyak yang mengontrak kios maupun rumah di sekitar area taman.

Baca Juga: Diduga Tahapan Ada Cacat Yuridis dalam Pembangunan Taman Nyawiji

Erna (55), pedagang nasi asal Kecamatan Pace, mengaku mencari lokasi usaha yang mana letaknya berdekatan dengan Taman Nyawiji. Hal itu dilakukan dengan harapan bisa mendapat omzet lebih besar dari lokasi dagang yang strategis. Karena itulah ia jauh-jauh pindah dari Pace ke kawasan dekat Taman Nyawiji dengan ongkos sewa rumah hingga puluhan juta rupiah.

“Saya nekat, pokoknya harus punya lahan di sekitar taman,” tegasnya.

Mengontrak tiga tahun, baru berjalan satu tahun Erna tidak melihat perkembangan apapun dari Taman Nyawiji, bahkan pagar yang menutupi proyek  ‘mangkrak’ tersebut belum dibuka. “Katanya sih ‘mangkrak’ karena dananya semua lari ke Covid-19. Tapi harapannya segera dibuka,” ujarnya.

Baca Juga: Terkait Taman Nyawiji Nganjuk, Dewan Persilakan Hearing

Baca Juga: Kualitas Proyek Taman Nyawiji Disoal

Harapan yang sama juga dikatakan oleh Tarji (75). Kakek yang sudah berjualan kopi puluhan tahun di Pasar Wage tersebut, pernah mendapatkan janji dari Bupati Nganjuk. Jika usahanya akan diberikan lokasi untuk berdagang kopi di dalam area Taman Nyawiji. Sementara ini, Tarji masih menjadi penjual kaki lima setelah Pasar Wage dibongkar. “Katanya Pak Bupati, 2022 taman (Taman Nyawiji) dibuka,” kata Tarji.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Della Cahaya