Penuhi Panggilan KPK, Anton Ikuti Proses Hukum

Malang, koranmemo.comMochammad Anton, Wali Kota non aktif sekitar pukul 13.35 WIB, keluar dari Aula Polres Malang Kota, Kamis (22/3).

Dia telah selesai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman dugaan suap P-APBD tahun 2015 terhadap dirinya dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang lainnya.

Moch Anton mengatakan, dia dipanggil oleh penyidik KPK sebagai saksi terhadap tersangka lainnya. Sedangkan terkait dirinya yang juga telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka, Rabu (21/3) kemarin, Anton akan mengikuti proses hokum.

“Kami hormati dan akan mengikuti proses hukum tersebut,” ujarnya.

Sementara saat ditanya upaya hukum yang akan dilakukan oleh timnya, dia belum melakukan upaya hukum apapun. “Saya ikuti dulu proses hukum yang ditetapkan KPK,” tambahnya.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan 19 tersangka baru dalam kasus dugaan suap P-APBD tahun 2015 Kota Malang, Rabu (21/3). Dari ke-19 tersangka, salah satunya Mochammad Anton, Wali Kota Non Aktif yang juga salah satu Calon Wali Kota Malang dalam gelaran Pilkada 2018 ini.

Sementara, dalam gelaran Pilkada 2018 ini terdapat tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Malang yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Malang.

Mereka yakni nomor urut satu Yaqud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi. Nomor urut kedua, Mochamad Anton dan Syamsul Mahmud. Kemudian nomor urut ketiga yakni Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.

Sebelumnya, Kasus dugaan suap APBD 2015 – 2016 Kota Malang sudah menyeret mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochammad Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerja Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB), Jarot Edy Sulistyono.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Gimo Hadiwibowo