Penonton Membludak di Hari Pertama

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part I

Nama Warkop DKI (Dono Kasino Indro) pasti tidak asing bagi para generasi 70-an hingga 90-an.  Sejak nama mereka melejit di tahun 1970-an, wajah dan guyonan para komedian legendaris ini hampir setiap hari menghiasi layar kaca.  Namun setelah kematian 2 personelnya, Kasino dan Dono, nama Warkop DKI mulai tenggelam.  Indro, personel yang tersisa, rupanya tidak bisa mengangkat nama grup lawak ini kembali ke permukaan.  Sampai tahun ini, ketika ide pembuatan film Warkop DKI Reborn muncul.  Mengajak para penggemarnya untuk bernostalgia, meski dengan para aktor yang berbeda.

Sama seperti film-film Warkop DKI biasanya, Warkop Reborn dibuka dengan pengenalan masing-masing tokoh.  Diceritakan, Dono (Abimana Artasatya), Kasino (Vino G Sebastian), dan Indro (Tora Sudiro) adalah personel lembaga swasta bernama CHIPS (Cara Hebat Ikut-ikutan Penanggulangan Sosial).  Lembaga ini didirikan oleh seorang miliuner bernama Junet (Ence Bagus), yang biasa mereka panggil bos.
Karakter ketiga tokoh ini tentu saja sama persis dengan film-film Warkop DKI yang dulu.  Dono yang baik tapi selalu apes, Kasino yang cerewet, dan Indro yang pintar.  Karena ada kata ‘reborn’ dalam judulnya, maka sang sutradara sekaligus penulis skenario film ini, Anggy Umbara cari aman.  Dia tidak membuat cerita yang benar-benar baru, namun menggunakan tiga film Warkop DKI yang populer di tahun 80-an, yakni IQ Jongkok (1981), Setan Kredit (1982), dan CHIPS (1982).
Masalah ketiga tokoh ini bermula ketika mereka mendapat tugas khusus dari Bos Junet untuk menangkap pelaku begal di Ibu Kota yang semakin meresahkan masyarakat.  Mereka tidak sendiri, namun dibantu oleh seorang anggota CHIPS perempuan berkebangsaan Perancis bernama Sophie (Hannah Al Rashid).  Jika sosok Sophie ini sama dengan tokoh utama dalam film IQ Jongkok, maka di film yang kedua, kemungkinan besar dia akan menjalin cinta dengan Dono.
Bukan Dono, Kasino dan Indro namanya jika tidak menimbulkan kekacauan.  Tugas yang seharusnya mulia ini justru membuat mereka terlilit hutang sebesar Rp 8 M.  Jika mereka tidak sanggup membayarnya, maka mereka terancam akan dipenjara selama 10 tahun.  Ketika sedang kebingungan, mereka mendapatkan buku berisi kode harta karun.  Berbekal buku tersebut, perjalanan mereka untuk menemukan harta karun, dengan harapan bisa mereka gunakan untuk membayar hutang sebesar Rp 8 M tersebut.
Film Warkop DKI Reborn yang tayang di bioskop mulai Kamis (8/9), masih merupakan bagian pertama dari dwilogi film ini.  Di bagian pertama ini, kata-kata yang menjadi trademark-nya adalah ‘Jangkrik Boss’, yang diadaptasi dari film CHIPS.  Celetukan ini terlontar dari mulut Kasino setiap kali dia meminta uang tutup mulut dari Bos Junet, setelah dia memergoki bosnya itu sedang berduaan di kantor bersama wanita seksi yang diperankan oleh Nikita Mirzani.  Di versi 1982-nya, Kasino memergoki mereka sedang berduaan di semak-semak.  Karena itu istilah ‘jangkrik’ muncul.
Meski mengadaptasi dari film-film terdahulu Warkop DKI, namun Anggy tetap memunculkan beberapa lelucon modern.  Seperti munculnya meme kaleng biskuit yang menggambarkan ibu dan dua orang anaknya tanpa sosok ayah.  Ada juga aksi ibu-ibu membawa motor yang tidak ketinggalan diselipkan di awal film ini.  Lelucon itu dipadukan dengan komedi slapstick yang menjadi andalan Warkop DKI, seperti jatuh ke dalam air atau kepala terbentur papan.
Akting dari tiga tokoh utama adalah hal yang paling krusial dalam film ini.  Ketika ide pembuatan film ini dipublikasikan, banyak yang mempertanyakan tentang kemampuan Abimana, Vino, dan Tora membawakan tiga tokoh legendaris tersebut.  Namun  jika dinilai dari ramainya bioskop di hari pertama penayangannya, dan tawa penonton sepanjang film, maka bisa dikatakan film ini cukup sukses mengajak para penggemarnya bernostalgia.  “Ketawa terus sepanjang film diputar, bahkan sampai di bagian behind the scene-nya juga tetap bikin ketawa,” tutur Meylia Hastuti, salah satu penonton.
Untuk informasi, terhitung sudah sepuluh hari lalu jaringan bioskop XXI membuka pre-sale tiket film ini, penjualan tiket untuk pemutaran tanggal 8 September ini rupanya berhasil memecahkan rekor.  Diungkap oleh Frederica selaku produser Falcon Pictures, tiket yang terjual hampir mencapai angka 50 ribu. Jumlah ini sebelumnya tak pernah terjadi di tanah air, bahkan untuk pre-sale tiket film box office luar negeri yang pernah dibuka beberapa waktu ke belakang.
Di bioskop Kota Kediri, Golden Theater, pembelian tiket untuk film ini membludak sejak jadwal penayangan pertama, yakni pukul 13.00 WIB.  Para penonton yang didominasi oleh warga usia 20-an dan remaja ini, telah mengantre di dua loket yang tersedia sejak pukul 12.00 WIB.  Dalam waktu lebih kurang 2 jam, semua jadwal tayang Warkop DKI kemarin telah ludes terjual. Jika dihitung dari total kursi di bioskop 3 Golden Theater, tiket yang terjual lebih kurang 1.500 lembar. (della cahaya praditasari)

Follow Untuk Berita Up to Date