Penjualan Turun 65% Dihantam Pandemi, Bersama Pemkab Kediri UMKM Bunda Kreatif Karang Talun Berusaha Bangkit

Kediri, koranmemo.com – Hampir seluruh sektor usaha terpuruk dihantam pandemi Covid-19 yang hingga kini belum tampak akan berakhir. Termasuk usaha yang dirintis puluhan ibu rumah tangga di Desa Karang Talun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri Jawa Timur yang menekuni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Tidak tanggung-tanggung, usaha produk olahan makanan ringan dan minuman yang tergabung UMKM Bunda Kreatif Desa Karang Talun ini pun mengalami penurunan penjualan hingga 65% akibat hantam pandemi. Merosotnya omset penjualan itu sangat terasa usai Lebaran 2020.

“Penghasilan menurun hampir 65 persen. Pangsa pasarnya terganggu karena ada Covid-19, penghasilan menurun, biasanya bisa kirim banyak, sekarang sulit. Jadi yang dulu bisa menambah uang dapur, sekarang berkurang,” kata Yuliati, Ketua UMKM Bunda Kreatif Desa Karang Talun.

Dikatakan, merosotnya permintaan, mulai dirasakan setelah lebaran. Dari sekitar 60 anggota, hampir 50 persen diantaranya berhenti usaha. Pemasaran yang dilakukan dari sistem titip di toko, media online maupun COD juga merosot tajam.

Baca Juga: Bupati Kediri Serahkan Tanah Hibah Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Kediri

“Dalam kondisi sulit pandemi seperti ini yang bisa kami lakukan dengan tetap menggelar pertemuan rutin setiap bulan sekali. Apa kendalanya mengadapi pandemi ini kami bicarakan dalam diskusi,” lanjutnya.

Yuliati berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang selama ini tidak tinggal diam. Melalui Dinas terkait, Pemkab sering memberikan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kualitas mereka. Seperti, pelatihan catering makanan, dengan harapan pelaku UMKM di bawahnauangan Bunda Kreatif Karang Talun semakin sejahtera.

“Suport dari pemerintah daerah mendukung sekali. Kami sering diberi pelatihan catering makanan, agar lebih sejahtera,” tutupnya.

UMKM yang anggotanya sekitar 60 orang ibu rumah tangga ini berdiri sekitar 4 tahun lalu. Mereka berhasil menciptakan berbagai produk olahan makanan ringan dan minuman instan yang telah dipasarkan ke berbagai daerah.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Pemkan Kediri Beri Bantuan Kursi Roda untuk ODKB

Sementara produk andalan mereka adalah berbagai makanan olahan dari bahan jamur. “Ada 60 orang. Untuk usahanya macam-macam kripik, catering, minuman instan dan produk usaha campuran. Paling dikenal kripik jamur dan segala macam olahan jamur,” kata

Anggota Komunitas UMKM Bunda Kreatif Karang Talun ini bekerjasama dengan Karang Taruna setempat. Mereka mendapatkan bahan jamur dari hasil pertanian anggota Karang Taruna. Bahan jamur kemudian diolah menjadi berbagai macam menu makanan seperti jamur crispy dan turunannya.

Editor Achmad Saichu