Penjualan Masker Meningkat Tajam, Dampak Virus Corona

Kediri, koranmemo.com – Dalam satu bulan ini warga sangat cemas dengan adanya virus Korona yang mewabah di China dan mudah menular. Terkait dengan virus corona dan warga tidak ingin tertular,, salah satu upaya warga di Kabupaten Kediri ramai-ramai membeli masker di beberapa toko dan apotek terdekat.

Karena permintaan tinggi hingga pernah satu apotek kehabisan stok karena permintaan masker lebih banyak dari biasanya. Seperti yang terlihat di salah satu apotek di Kota KedirI,  tiga hari lalu pernah kehabisan stok masker karena pembelian meningkat. Ada dua jenis masker yakni masker M 95 dan yang masker biasa warna putih dan hijau.

Untuk  M 95 ini harganya Rp 12.000 per biji atau 240.000 per bok isi 20 dan disiapkan dua kardus besar untuk persediaan. Masker M 95 ini dinilai paling laris dan diminati warga, sekalipun agak mahal. Bahkan ada yang memborong satu kardus besar dan sebagian dijual sebagian lagi dikirim ke saudaranya yang jadi TKW di Hongkong dan Taiwan.

Dwi Azizah Asisten Apoteker salah satu apotik di Jl Stasiun menjelaskan, untuk masker biasa  per kotak harganya Rp 35.000 isi 50. Penjualan meningkat tajam pada tiga hari terakhir ini.

“Penjualan meningkat tajam lainya adalah Hand Sanitizer untuk cuci tangan dengan pembelian satu orang bisa mencapai 20 biji. Untuk  harga bervariasi mulai yang terkecil Rp 5000 dan bisa dibawa kemana saja sedang harga tertinggi di atas 30.000 untuk ukuran besar. Pentingya menggunakan hand sanitizer ini untuk menjaga kebersihan tangan,” ujarnya.

Dwi menambahkan, ada baiknya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengkonsumsi makanan dengan asupan gizi tinggi agar daya tahan tubuh kuat. Sementara Nur Malikah (35) warga Mojo kepada koranmemo.com mengatakan ia membeli masker  sudah sering namun terbanyak kali ini.

“Kakak saya perempuan di Hongkong dan disana Masker saat ini sangat mahal satu bok bisa mencapai 400.000. Karenanya minta dikirimi dari Indonesia karena murah dan untuk menjaga dan mencegah kemungkinan yang terjadi karena virus corona,” ujarnya.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date