Penjualan Hewan Kurban di Nganjuk Turun Drastis

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Mendekati Idul Adha atau hari raya kurban tahun ini, penjualan hewan kurban mengalami penurunan secara drastis. Dibandingkan tahun lalu, para penjual hewan kurban harus gigit jari karena jumlah permintaan hewan kurban merosot tajam.

Nasib seperti itu dialami oleh semua pedagang hewan kurban di Pasar Hewan kertosono. Mereka memenuhi area pasar dengan kambing-kambing yang hendak mereka jual untuk kurban. Akan tetapi, hasilnya tidak terlihat satupun adanya transaksi.

Nur Hadi (59) salah satu penjual kambing asal Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron mengatakan, dari keempat kambing yang dia bawa dari rumah, tidak ada satupun yang laku sejak pagi hari. Menurutnya, hal itu dipicu permintaan kambing yang berkurang lantaran masyarakat takut datang ke pasar pasca adanya pandemi Covid-19.

“Kejelasan tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha belum jelas, ditambah keadaan perekonomian sedang tidak baik di masa pandemi ini. Sepertinya saya akan pulang dengan tangan kosong,” keluhnya saat dikonfirmasi Koran Memo, Rabu (22/7).

Hal senada disampaikan Samsul (43) pedagang di Pasar Hewan Kertosono, yang mengaku mengalami nasib serupa dengan teman-teman pedagang lain. Sejak pagi dia telah berusaha keras mencoba menjual dagangannya.Tapi pada akhirnya terpaksa harus tetap mengangkut kembali kambing dagangan untuk dibawa pulang. Padahal harga jual kambing sudah diturunkan, berbeda jauh dengan harga pasaran menjelang Idul Adha tahun lalu.

“Kambing paling kecil dibanderol Rp 1,7 juta, ukuran sedang Rp 2 juta, dan paling besar Rp 3 juta. Harga itu sudah turun jauh dibanding dengan Idul Adha tahun lalu,” tuturnya.

Samsul mengaku, dia dan teman-temannya sesama penjual sengaja mengambil sedikit keuntungan. Hasilnya, dngan harga yang sudah mereka turunkan ternyata belum tentu akan membuat dagangan mereka laku.

“Seperti pagi ini, tidak biasanya banyak pedagang dari jauh juga datang ke Pasar Hewan Kertosono dengan membawa banyak dagangan. Berarti dagangan mereka juga tidak laku-laku,” kata Samsul.

Para pedagang kambing kurban terpaksa harus bersabar dengan kondisi yang dialami saat ini. Pedagang hanya mengandalkan konsumen yang sudah menjadi langganan. Itupun hanya satu atau dua ekor dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding tahun lalu.

“Hanya laku satu dua ekor saja, itupun dengan harga sangat rendah agar para pelanggan tetap mau membeli,” kata Totok, pedagang hewan kurban.

Reporter Andik Sukaca/Inna Dewi Fatimah

Editor Achmad Saichu