Penjual Pentol di Jombang Keliling Sambil Bawa Buku, Ajak Generasi Muda Gemar Membaca

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Banyak cara untuk meningkatkan anak-anak generasi saat ini agar gemar membaca sambil mengedukasi literasi sejak dini, supaya tidak terpengaruh teknologi gadget yang semakin meningkat di era globalisasi.

Seperti yang sekarang dilakukan oleh Mohammad Lutfan Efendi (29) asal Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pedagang pentol keliling dengan membawa buku bacaan.

Ditemui wartawan di tempat tinggalnya, penjual pentol yang sempat viral di media sosial ini akrab disapa Lutfan, dengan berjulan pentol keliling sembari membawa buku untuk dibaca para pelanggan kalangan anak-anak hingga para ibu rumah tangga yang ingin mendongengkan buah hatinya untuk meminjam buku bacaan bapak anak satu ini.

Dalam berdagang pentol keliling, Lutfan memakai sepeda motor lama dan diberi rombong di jok belakangnya ini, gerobak panggul bertuliskan ‘Pentol Nusantara’ ini juga memiliki jargon sendiri yang unik serta menggelitik agar memikat pelanggannya dengan memakai kata-kata, ‘Nyunduk Gratis, Mangan Bayar’.

Hanya dengan meletakkan buku bacaan yang ditata rapi di dalam kardus di sisi kanan, para pelanggan bisa bebas sambil membaca. Ia juga tetap bisa berjualan aneka pentol beserta bumbu pelengkapnya di samping kanan rombongannya.

“Tujuannya membawa buku ini ingin meningkatkan kembali minat baca untuk anak-anak yang masih bersekolah agar tidak bermain game saja dan bisa sambil jajan pentol. Apalagi, seperti saat pandemi Covid-19 ini, mereka harus belajar dirumah dan tetap terus membaca,” ungkap Lutfan saat ditemui di kediamannya, Sabtu (28/6).

Tergerak meningkatkan minat baca tersebut, pedagang pentol sejak tahun 2016 ini tergugah karena banyak temannya yang memiliki buku bacaan yang sampai saat itu jarang dibaca untuk berkeliling.

Dengan kesempatan berjualan pentol keliling sambil berliterasi itulah momen saat ini akhirnya dimanfaatkan dengan membangkitkan minat anak usia sekolah terhadap buku, sebab anak-anak sekarang nampak lebih senang bermain dengan ponsel daripada bermain dengan temannya.

“Jadi dari teman-teman itu, saya mulai berpikir berjualan pentol sambil membawa buku. Setiap berhenti menunggu pelanggan bisa sampai 10 menitan saya berhenti sambil menunggu anak-anak baca buku dan ada juga yang dibawa pulang, serta janji besok dikembalikan, bahkan besoknya juga mengembalikan dan pinjam kembali. Rata-rata yang diminati dari 40 buku yang saya bawa ini, buku komik, dongeng sampai buku majalah dan ada juga buku pengetahuan serta novel percintaan,” terangnya.

Meskipun membuahkan hasil dari jerih payahnya, Lutfan tetap bisa meraih keuntungan per hari bisa mencapai seratus ribu, dengan berjualan pentol keliling setiap hari selama 5 jam, dari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Dirinya juga berharap, ingin menyisihkan penjualannya untuk membeli buku sendiri dan membuat rumah baca keliling dengan buku bacaan lengkap semua kalangan. Hal ini juga disupport oleh sang istri, Diah Purnawati (25) dan juga diretui oleh mertuanya

“Tetep saya ingin mengoleksi buku sendiri dari jerih payah saya sendiri. Lagian buku ini nantinya juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Dengan menyisakan penghasilan, tentunya saya sudah memenuhi kebutuhan keluarga dulu baru bisa menabung untuk membeli buku koleksi sendiri,” paparnya.

Sementara itu, istri Lutfan, Diah sangat mendukung suaminya berdagang dengan membawa buku karena bisa bermanfaat kepada orang lain. Dan dengan itulah dirinya bangga kepada suaminya telah memberikan edukasi kepada orangtua lainnya agar anaknya terus giat membaca meskipun disaat ini belajar dirumah agar tidak terus menerus bermain handphone milik orang tuanya.

“Sebagai istri saya sangat mendukung. Suami saya bisa menjadi cerminan orang tua lainnya agar membaca buku lebih baik dari pada memegang gadget. Kalau memang untuk membeli buku sendiri saya mendukung dan itu juga bisa bermanfaat kepada generasi muda kedepannya agar tetap giat membaca,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman
Editor Achmad Saichu