Penjual Bendera Musiman Menjamur

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Memasuki bulan Agustus 2017 ini, penjual bendera musiman mulai terlihat memenuhi beberapa titik jalan protokol di Kabupaten Nganjuk. Puluhan penjual yang mayoritas berasal dari daerah Jawa Barat mulai memasuki daerah berjuluk kota angin untuk menawarkan bendera kepada masyarakat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-72.

Pantauan Koranmemo.com di lapangan, para penjual bendera berkelompok dan menyebar di setiap sudut kota, di sepanjang jalan Diponegoro Kota Nganjuk saja terlihat sekitar 7 penjual bendera musiman.

Dari logatnya, mayoritas mereka berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain ukuran yang bervariasi, untuk jenis bendera yang dijual juga beragam, mulai umbul-umbul, umbul-umbul badir, umbul-umbul latar, dan ukuran bendera pada umumnya.

“Saya datang kesini (Nganjuk) bersama teman-teman dari Jawa Barat. Kelompok saya ada 8 orang, kalau jumlah keseluruhan kurang tahu, tapi yang jelas banyak,” ujar Soleh, salah seorang penjual bendera musiman asal Sayuran, Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8).

Bersama dengan kelompoknya, dia berencana berjualan bendera di Kabupaten Nganjuk selama 16 hari. “Sudah sejak tanggal 1 Agustus 2017 kami jualan, rencana tanggal 16 Agustus nanti pulang kampung,” ujarnya.

Disinggung mengenai harga bendera yang dijualnya, Soleh mengaku bermacam-macam tergantung jenis dan ukuran. Dia menyebut kisaran harga sekitar Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Namun Soleh enggan menyebut laba yang diterima dan hanya mengatakan hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *