Penipuan Berkedok Dukun, Jumlah Korban Terus Bertambah

koranmemo.com – Kasus dugaan penipuan berkedok dukun yang dilakukan Mami Yuli (40) warga Rt 1 Rw 2 Desa Nglurup Kecamatan Sampung terus bergulir. Setelah 14 warga mengaku menjadi korban dan terlilit hutang ratusan juta rupiah akibat ulah sang dukun. Kini giliran 27 warga lainnya juga mengaku menjadi korban wanita dua anak asal Kabupaten Bondowoso ini.

Salah satu korban berinisial AS (32) Warga Desa Nglurup Kecamatan Sampung mengatakan, tanpa sepengetahuanya Mami Yuli telah memalsukan tanda tangannya untuk mencairkan pinjaman di koperasi sekitar Rp 3 juta dengan kurun waktu satu tahun. Kondisi serupa juga diderita oleh 26 warga lainnya.” Ada 27 warga yang dipalsukan tanda tangannya, termasuk saya padahal saya tidak pernah pinjam uang di koperasi tersebut,” ujarnya, Rabu (10/4).

Bapak satu anak ini mengungkapkan, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan itu terbongkar setelah, pada Senin (8/4) lalu, petugas koperasi datang ke rumahnya untuk menagih cicilan lantaran telah jatuh tempo. Ia pun kaget lantaran tidak pernah berhutang di koperasi itu.

Usut punya usut ternyata pengajuan pinjaman dilakukan oleh Mami Yuli dengan cara memalsukan tada tangan warga.” Saya baru tahu kalau saya pinjam uang itu dari petugas koperasi. Daftar saya paling atas. Ini kami 27 orang ini minta klarifikasi dari pihak koperasi, ternyata Mami Yuli yang minjam pakai nama kami,” ungkapnya.

Warga pun mendesak agar Polisi turun tangan guna menangkap Mami Yuli yang sejak dua minggu lalu kabur dari rumah.

Diketahui sebelumnya, 14 warga Desa Ngelurup menjadi korban penipuan dengan berkedok dukun. Alih-alih ingin mendapatkan emas kayangan yang dijanjikan sang dukun Mami Yuli, belasan warga ini pun terlilit hutang Rp 350 juta di bank lantaran terpedaya tipu muslihat sang dukun yang belakangan doyan meminjam uang pasienya.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu