Pengurus Tersandung Masalah Hukum, Keluarga Besar Pesantren di Jombang Datangi Mapolres

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Ratusan massa yang merupakan keluarga besar salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, melakukan aksi turun jalan, pada Selasa (14/1), mendatangi Mapolres Jombang.

Aksi turun jalan ini dilakukan dengan tujuan agar kasus yang disebut-sebut dialami salah satu pengurus pondok tidak diintervensi oleh pihak manapun yang tidak memiliki kepentingan.Mohamad Soleh, mengaku sebagai humas pesantren mengatakan,  aksi ini dilakukan untuk mengklarifikasi persoalan hukum yang dihadapi oleh salah satu pengurus di ponpes.

“Semua persoalan hukum tidak boleh diintervensi secara negatif oleh pihak-pihak manapun,” kata Soleh kepada sejumlah awak media, usai melakukan audiensi dengan pejabat utama Polres Jombang, Selasa (14/1).

Soleh menambahkan, hasil audensi dengan pihak polisi, pihak keluarga besar sudah mengetahui perkembangan proses hukum yang menyangkut salah satu pengurus Ponpes. Sedangkan hasil audensi tersebut, menurut Soleh, akan ditindaklanjuti secara internal di Ponpes.

“Sudah dijelaskan seluruh proses hukum yang dilakukan dan akan kita sampaikan ke internal (ponpes, red),” ungkap Soleh.

Selain itu, Soleh menandaskan bahwa banyaknya kabar yang beredar luas di masyarakat, diduga melibatkan salah satu pengurus Ponpes inisial MSA,  tidak boleh diintervensi secara negatif.

“Pihak-pihak yang tidak punya kepentingan terhadap persoalan ini sebaiknya berdiam diri atau menahan diri, karena ini persoalan antar pribadi bukan konsumsi publik,” tegas Soleh.

Saat kembali disinggung apakah pihak keluarga besar ponpes membantah kabar adanya kasus yang menjerat salah satu pengurus? Soleh menegaskan, bahwa kabar tersebut tidak benar. Sebab menurut Soleh, kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan secara internal.

“Perkara ini sudah selesai secara internal, namun ada pihak-pihak tertentu yang mengembangkan kasus ini sehingga menjadi kasus hukum. Namun demikian kami tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” kata soleh kembali menegaskan.

Sementara itu, Waka Polres Jombang, Kompol Budi Setiyono menambahkan, massa dari keluarga besar salah satu Ponpes ini datang dengan tujuan untuk meminta klarifikasi. “Penanganan tindak pidana ini, tidak ada pesanan dari siapapun dan dari pihak manapun,” ungkap Kompol Budi.

Penanganan perkara ini, menurut Waka Polres, sudah melalui mekanisme hukum yang sesuai dengan ketentuan.

“Mulai penerimaan laporan dari korban, lanjut kita lakukan gelar perkara secara eksternal maupun internal, kemudian kita tetapkan tersangka dan pemanggilan terhadap tersangka, baik pemanggilan pertama dan kedua,” papar Waka Polres.

Setelah kita berikan penjelasan duduk perkara kasus tersebut, sambung Waka Polres, perwakilan massa menerima dengan baik.

“Tentunya mekanisme hukum ini sudah kita lewati dari awal hingga akhir, itu yang kita jelaskan pada saudara-saudara kita. Sehingga jadi jelas duduk perkaranya. Dan mereka paham mengerti bahwa pihak kepolisian ini sudah bekerja sesuai mekanisme hukum,” tutupnya.

Reporter : Taufiqur / Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu