Pengunjung Lapas Kediri Selundupkan Sabu di Selangkangan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Aksi nekat dilakukan salah satu pengunjung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2A Kota Kediri, diketahui DAP (perempuan) asal Kabupaten Kediri membawa benda mencurigakan. Barang tersebut disimpan di bagian selangkangan. Ini dilakukan untuk mengelabui petugas Lapas.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas (Kalapas) Klas 2A Kota Kediri, Lilik Subagyono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat penerimaan kunjungan pertama. “Pemeriksaan rutin bagi pengunjung dari luar menuju ke tempat pemeriksaan dan dilakukan mulai pintu masuk menuju ruang x-ray,” jelasnya.

Lilik, yang menjabat sebagai Kasi Keamanan dan Ketertiban mengatakan, saat petugas di ruang x-ray akan melakukan pemeriksaan, ternyata gerak-gerik DAP mencurigakan. “Akan dilakukan penggeledahan, dia (DAP) mulai gelisah dan memegang daerah intim. Mengetahui ada yang ganjal, petugas perempuan melakukan pemeriksaan di ruang khusus,” ujarnya.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, DAP sempat meminta kepada petugas untuk masuk ke kamar mandi seorang diri, namun petugas Lapas dengan sigap melakukan pemeriksaan. Ketika dilakukan penggeledahan, ternyata di celana dalam DAP ditemukan dua bungkus mencurigakan. Dua bungkus tersebut, satu dibungkus lakban warna coklat dan satu lagi dibungkus lakban warna hitam.

Selain dua bungkus mencurigakan, pada celana dalam DAP juga ditemukan alat charger telepon genggam. Dari hasil pemeriksaan awal, DAP datang ke Lapas Klas 2A Kota Kediri untuk mengunjungi Waga Binaan Permasyarakatan (WBP) inisial MS. WBP ini tersandung kasus Undang-Undang (UU) tentang kesehatan.

Untuk pemeriksaan awal, kata Lilik, petugas membuka dua bungkusan tersebut dengan disaksikan petugas serta pengawas Lapas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Bungkusan lakban coklat, berisi plastik klip 53 buah dan klip ini gandeng, jadi 53 kali 2. Selain itu, ditemukan dua bungkusan berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.PLP) Satra Irawan menjelaskan, isi bungkus yang ditutup lakban warna hitam, berisi daun kering. Daun kering ini diduga adalah gaun ganja. “Total berat serbuk kristal putih yang diduga sabu, satu bungkus seberat 49,70 gram dan bungkus lainnya seberat 49,85 gram. Kalau ganja seberat 135,40 gram,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam paket bungkus lakban hitam, juga ditemukan 20 butir diduga pil ekstasi dengan cetakan gambar kura-kura. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan lagi diduga pil ekstasi dengan cetakan gambar superman sejumlah 46 butir. “Jadi, barang-barang ini disimpan di celana dalam, satu disimpan di bagian depan dan satu lagi di bagian bawah,” ucapnya.

Hubungan antara ADP dan MS adalah saudara sepupu. MS saat ini berada di Lapas Klas 2A Kota Kediri karena melanggar Pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2009 dan dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun. MS mulai berada di Lapas Klas 2A 26 Maret 2019 yang rencananya akan bebas 26 Maret 2023 mendatang. “Untuk jatuhan hukuman, sesuai dengan pengembangan dari pihak kepolisian. Nanti kita tunggu untuk hasil penyelidikannya,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu