Pengukuhan Guru Besar dan Pembukaan Prodi S3, UNHAN Mewujudkan World Class Defense University

Share this :

Jakarta, koranmemo.com,- Universitas Pertahanan (UNHAN) di usia yang relatif masih muda, ternyata mampu menunjukkan eksistensinya. Ini dibuktikan dengan dibukanya Program Doktoral (S3) Ilmu Pertahanan dan dikukuhkanya Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio, S.S.Sos, M.M., sebagai Guru Besar UNHAN di Bidang Ilmu Budaya Tehnologi Kemaritiman.

Pengukuhan Guru Besar tersebut berlangsung dalam sebuah sidang senat terbuka, Kamis (26/7) di Gedung A. H. Nasution Kementerian Pertahanan RI. Dengan pengukuhan Dr. Marsetio sebagai Guru Besar, menjadikan roadmap pengembangan ilmu pertahanan  dalam legalitas akademik  program Studi (Prodi) S3 dapat  dilakukan pada waktu yang bersamaan.

Pengukuhan Guru Besar juga pembukaan prodi S3 merupakan pencapaian untuk mewujudkan UNHAN sebagai World Class Defense University pada tahun 2024. Hal itu diungkap Menhan RI Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya.

Menhan RI berharap mahasiswa S3 bidang pertahanan bisa menjadi ahli di bidang pertahanan yang profesional dan calon Doktoral UNHAN bisa bersinergi dengan bidang-bidang keilmuan lainnya dengan tidak meninggalkan landasan wawasan, karakter dan semangat kebangsaan.

Rektor UNHAN, Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A., saat membuka sidang senat terbuka UNHAN mengatakan dengan dibukanya program Doktoral dan pengukuhan Guru Besar menunjukkan capaian prestasi kerja UNHAN. Hal ini juga sekaligus mempertahankan Predikat Akreditasi A hingga tahun 2021 dan mendukung visi UNHAN menuju “The World Class Defence University” tahun 2024.

Dalam laporanya, Dr. Yoedhi Swastanto menyampaikan, dari 80 orang yang ikut tes program Doktoral (S3) Ilmu Pertahanan, 20 orang di antaranya dinyatakan berhasil untuk mengikuti Program Doktoral Unhan 2018. Mereka terdiri dari TNI AD, AL, AU, PNS Kementerian/Lembaga dan alumni UNHAN.

Dalam orasi ilmiahnya, Guru Besar Pertama Ilmu Pertahanan di Bidang Budaya Teknologi Kemaritiman ini menyampaikan tentang “Perubahan Tatanan Geo Maritim Pasca Pembentukan US Indo Pacific Command dan Implikasinya Terhadap Konflik Laut China Selatan dalam Perspektif Indonesia.”

Orasi Ilmiah ini merupakan rangkuman hasil penelitian dan publikasi diberbagai terbitan baik skala nasional maupun internasional yang telah dimuat di jurnal internasional.

Untuk diketahui, UNHAN berdiri tahun 2009 dan telah menghasilkan dua profesor ilmu pertahanan, yakni Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi profesor pertama pada tahun 2014 dan tahun ini mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menjadi profesor ilmu pertahanan.

Editor: Bambang Iswahyoedhi