Pengukir Kayu Umar Hasan: Dari Hobi, Kini Jadi Hoki

Blitar, koranmemo.comJalan sukses Umar Hasan sebagai pegiat seni ukir kayu tak lepas dari hobi. Bahkan pemuda berusia 26 tahun asal Jalan Brantas RT 03 RW 03 Lingkungan Talun, Kelurahan Talun Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ini, tak lepas dari hobi melukis dan seni dimensi saja yang digelutinya semasa masih kanak-kanak hingga remaja. Meski awalnya sekedar iseng dan belajar secara otodidak, kini Umar Hassan sudah bisa membuka sendiri galeri seni kayu.

“Awal mulanya saya itu memang sejak kecil sudah suka dengan seni, tapi lebih mengarah ke seni menggambar atau melukis. Kemudian saya lebih suka seni yang mengarah dimensi. Sebenarnya saya belajar secara otodidak akhirnya bisa mengukir kayu sendiri seperti sekarang ini,” jelasnya, Senin (27/08).

Meski baru merambah pasaran di wilayah Blitar, Jakarta dan Malang tetapi pemuda enerjik ini berani menjamin produk ukiran kayu buatannya bisa bersaing dengan produk serupa yang sudah menyasar pasar luar negeri.

“Saya jamin kualitas kayunya sangat bagus. Bisa saya pastikan pelanggan puas dengan karya saya. Karena ini sifatnya eksklusif dan murni seni,” katanya sambil meyakinkan.

Untuk bahan kayu, Umar bekerja sama dengan Perhutani. Otomatis kayu jati dan akasia yang menjadi bahan dasar seni ukirnya bukan hasil pembalakan tetapi legal.

“Kayu yang saya gunakan ini benar -benar nggak ilegal. Biasanya kayu yang sering saya pakai itu jenis jati dan akasia yang benar-benar sudah teruji kualitasnya,” imbuh Umar di sela rehat mengukir kayu bermotif tradisonal.

Dalam sebulan, pria ini mengaku bisa menghasilkan dan menjual hingga puluhan karya seni ukiran kayu pesanan dari pembeli. Sementara untuk harganya mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Sesuai dengan seni ukir kayu yang dipesan oleh pembeli. Pendek kata ada harga ada rupa atau kualitas.

Sementara sebagai modal awalnya, Umar menyebut biaya yang diperlukan tidaklah besar karena dia biasa mengambil dari kayu yang tidak terpakai.

Umar Hasan mengaku, berkat bimbingan dan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Blitar saat ini usaha bidang seni yang digeluti sudah semakin berkembang dan memiliki pangsa pasar yang luas.

“Alhamdulillah, setelah saya bergabung dengan Disperindag jumlah pesanan saya semakin banyak, karena sering ikut pameran dan lainnya. Terus terang saya banyak dibantu Disperindag untuk penetrasi pasar,” kata dia.

Dia berharap ke depannya semakin banyak masyarakat Kabupaten Blitar yang bisa menggeluti seni ukir kayu seperti dirinya. Karena ini adalah usaha yang cukup langka dan karya yang dihasilkan mengandung filosofi mendalam.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date