Pengrajin Genitri di Kediri, Bertahan dan Tetap Eksis di Masa Pandemi Covid-19

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sudah enam tahun pria asal Dusun Besuki Desa Jugo Kecamatan Mojo ini berkarya dengan olah kerajinan tangan dari Genitri. Kerajinan tangan yang dibuatnya untuk Tasbih, kalung,gelang dan gantungan kunci. Ditengah Pandemi Covid 19 ini, pengrajin Genitri menjual hasil karyanya secara online.

Penjualan secara online dilakukan karena selama ini daerah wisata masih tutup. Selain itu penjualan juga dilakukan di kios rumahnya. Sementara pengiriman hasil karya secara online ini biasanya dikemas dan dikirim sesuai pemesan ke berbagai daerah di Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta dan Bali.

Dialah Dadang Eko Laksono (30) yang sudah sering mengikuti pameran kerajinan tangan mulai tingkat daerah hingga tingkat nasional. Di tanganya Genitri menjadi bisa dijadikan kerajinan tangan yang menarik dan memiliki nilai jual dengan harga terjangkau. Untuk harga tasbih Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per biji.

“Sedangkan untuk kalung Genitri Rp 35.000, gelang 10.000 dan gantungan kunci Rp 5000. Kalangan muda biasanya yang menjadi konsumen kami paling utama di berbagai wilayah tersebut. Saat ini kebutuhan genitri cukup tersedia di wilayah Mojo dan tidak perlu ke Tulungagung lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Pengrajin Kasiana Bagikan Masker Batik

Pemilik Café di Sukorame Kota Kediri ini menambahkan, selain pengiriman dalam bentuk jadi, pemesan terkadang juga memesan dalam bentuk biji kering. Hal ini sering dilakukan karena adanya permintaan dari luar daerah Kabupaten Kediri.

“Disaat Pandemi Covid 19, pengrajin harus tetap memiliki daya kreasi, produktif dan inovatif. Karenanya berbagai upaya kami lakukan agar produk karya asli Genitri ini tetap eksis di Kabupaten Kediri dan semakin luas dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Peluang dan kesempatan harus diciptakan sendiri untuk bisa memiliki capaian produk yang meningkat dan berkualitas,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu