Tempat Kos dan Penginapan Rawan Praktik Prostitusi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tempat kos dan penginapan di Kediri ternyata masih rawan disalahgunakan baik oleh pemilik maupun penghuni kos. Nyatanya, Satpol PP Kota Kediri dan Polresta Kediri masih menemukan pelanggaran mulai tindakan tak senonoh, tindak asusila bahkan praktik prostitusi online yang memanfaatkan tempat kos dan penginapan sebagai lokasi praktik.

Perlu diketahui, pada Juli lalu Satpol PP Kota Kediri menjaring 12 pasangan bukan suami istri dan diduga selingkuh di tempat kos maupun penginapan di Kota Kediri. Pelanggaran penghuni kos tidak sebatas melakukan tindakan tak senonoh, hasil penyelidikan Satreskrim Polresta Kediri ada dua kasus praktik prostitusi online.

Menanggapi hal tersebut, Satpol PP Kota Kediri lebih mengawasi terhadap pemilik kos dan penginapan tak terkecuali penghuninya. “Sebenarnya kami sudah melakukan tindakan pencegahan seperti patroli rutin dan razia ke tempat kos maupun penginapan,” jelas Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid saat ditemui Koranmemo.com, Selasa (11/8).

Menurutnya, penyalahgunaan tempat kos dan penginapan bisa dari penghuni maupun pemilik kos serta penginapan. Dari hasil pemeriksaan di tempat kos, masih saja ditemukan pemilik kos tidak melakukan prosedur dengan tepat, misalnya mencatat identitas penghuni dalam buku register.

Padahal, kata Nur Khamid, jelas pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri Nomor 1 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, mengatur dan melarang tindakan tak senonoh penghuni kos.

Baca Juga: Satreskrim Polresta Kediri Bongkar Praktik Prostitusi Online

Pada Perda ini tepatnya BAB X mengenai Tertib Sosial Masyarakat bagian kesatu yaitu Larangan Asusila dan Prostitusi Pasal 11. “Setiap orang atau badan dilarang melakukan perbuatan prostitusi, menawarkan atau menyediakan diri sendiri untuk melakukan perbuatan prostitusi,”

Selain itu, dilarang memerintahkan, memfasilitasi, membujuk, memaksa, menawarkan orang lain untuk melakukan perbuatan prostitusi. Dalam Perda juga melarang memakai jasa prostitusi, bertingkah laku asusila atau kegiatan yang dapat mengarah pada perbuatan asusila, menyediakan atau mengusahakan tempat asusila dan prostitusi, serta memberikan kesempatan sehingga menimbulkan perbuatan asusila atau prostitusi.

“Kami tentunya akan menindak tegas jika pemilik maupun pengelola yang nekat memberikan pelayanan ini. Karena, dalam pantauan kami ada beberapa tempat kos yang menyediakan kos dengan tarif per jam, atau sering disebut kos jam-jaman. Mayoritas, penghuninya menyewakan kembali tempat kos yang disewanya dengan tarif per bulan,” ucapnya.

Baca Juga: Sempat hilang, Warga Jabon Ditemukan Meninggal

Baca Juga: Sembilan Dobel L, Antarkan Pemuda Nganjuk ke Penjara

Sanksi tegas yang diberikan, lanjutnya, tidak hanya razia maupun imbauan bahkan lokasi kos dan penginapan bisa ditutup maupun disegel. Tidak hanya itu, apabila terbukti ada pelanggaran seperti yang diatur dalam Perda Kota Kediri Nomor 1 Tahun 2016, kasus tersebut dilimpahkan ke Polri sebagai tindak pidana ringan (ringan) maupun tindak pidana yang diatur dalam Pasal 296 dan Pasal 509 KUHP.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya