Penghuni Lapas Lebihi Kapasitas

Share this :

Jombang, Memo – Lembaga pemasyarakatan (lapas) Kelas II B Kabupaten Jombang, penuh sesak. Bagaimana tidak. Lapas yang ada di Jl KH Wahid Hasyim tersebut saat ini dihuni  432 orang, baik itu tahanan maupun narapidana. Padahal, kapasitas lapas hanya untuk 200 warga binaan.

Lapas Klas II B Jombang di Jl KH Wahid Hasyim (agung/memo)
Lapas Klas II B Jombang di Jl KH Wahid Hasyim (agung/memo)

Seperti dikatakan Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas II B Jombang, Pamudji. Saat ini lapas tersebut dihuni oleh 91 orang narapidan dan 341 orang tahanan. Akibatnya penempatan penghuni kamar juga cenderung dipaksakan.”Untuk kamar dengan ukuran kecil idealnya dihuni 4 orang, saat ini dihuni 6 orang. Sedangkan untuk kamar ukuran besar, saat ini dihuni 30 orang dari kapasitas ideal 15 orang,” ujar Pamudji, ditemui wartawan, Rabu (27/4).

Meski dihuni warga binaan melebihi dua kali lipat, Pamudji menyatakan lapas masih aman dari potensi gesekan para napi. “Ini karena lapas mengedepankan pembinaan menghormati hak-hak narapidana,” tambah Pamudji.

Lanjut Pamudji, pihaknya melakukan beberapa langkah antisipasi diantaranya pemindahan para warga binaan ke Lapas yang lebih besar dengan masa pidana di atas 5 tahun, biasanya ke Lapas Madiun dan Porong, serta Bojonegoro. “Selain itu juga mempercepat masa hukuman diantaranya dengan pengajuan remisi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, cuti bebas dengan ketentuan untuk warga binaan yang divonis lebih dari 6 bulan berhak mengajukan hak tersebut,” tandasnya.

Meski begitu, Pamudji juga tidak menampik adanya pengaruh akibat overloadnya kapasitas penghuni lapas. Misalnya tidak sebandingnya penjaga dengan jumlah tahanan. “Jika jumlah ideal 1 berbanding 10, saat ini lebih dari itu. Sebagai Langkah antisipasi pengamanan, saat ini ada perbantuan dari staf kantor pada jam rawan, yakni pada sore hari dan malam hari setelah jam kantor,” pungkas Pamudji. (ag)