Pengguna Zoom Dihimbau untuk Berhati-Hati

Share this :

Boston, koranmemo.com – Biro Investigasi Federal (FBI) menyarankan penggunaan Zoom untuk mengatur rapat mereka secara khusus atau private dan menghindari berbagi layar untuk mencegah peretas. Hal ini disebabkan karena banyak laporan yang diterima oleh FBI yang menyatakan mendapatkan video porno atau gambar dan tulisan yang menyebarkan kebencian saat menyelenggarakan rapat dengan menggunakan Zoom.

Selasa (31/3), berbagai laporan mengenai aplikasi tersebut memenuhi kantor FBI yang berada di Boston. FBI menyebutkan, setidaknya ada dua instansi pendidikan yang juga telah melaporkan hal serupa dan salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Massachusetts.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi tujuan para peretas di tengah pandemi corona seperti sekarang. Namun, peretas tersebut melakukan aksinya dengan menyertai tanda pagar (tagar) zoombombed.

Aplikasi Zoom saat ini telah menjadi alternatif yang digunakan oleh banyak warga di seluruh dunia, terutama setelah adanya pandemi corona yang menyebabkan warga harus tetap berada di rumah. Dengan adanya kebijakan tersebut, maka segala kegiatan sebisa mungkin dilakukan dengan cara konferensi video.

Menanggapi permasalahan ini, Jaksa Agung New York, Letitia James langsung menghubungi perusahaan pengembang aplikasi Zoom. Rabu (1/4), James melalui juru bicaranya menyampaikan, pihaknya sedang bekerja sama dalam menyelesaikan kasus yang menyangkut keamanan pribadi ini.

Menjawab keresahan yang sedang terjadi pada penggunanya, pihak Zoom mengatakan, pihaknya telah menjadikan masalah kemanan, privasi, dan kepercayaan penggunanya sebagai masalah yang serius. “Selama Pandemi Covid-19, kami telah bekerja sepanjang waktu untuk memastikan rumah sakit, universitas, sekolah dan bisnis di dunia tetap terhubung dan beroperasi,” ujar Juru Bicara Zoom dikutip dari AFP.

“Kami juga mengapresiasi Jaksa Agung New York yang mau ikut terlibat dalam mengatasi masalah ini. Kami juga akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pihak kejaksaan,” tambahnya.

Ketika pandemi corona melanda, Zoom mencatat pengunduhan aplikasinya khusus untuk Amerika Serikat telah melonjak 252 persen menjadi 4,2 juta unduhan dalam satu minggu. Tidak hanya di Amerika Serikat, lonjakan penggunaan aplikasi ini juga terjadi di Eropa dan berbagai negara lain.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya