Pengguna E-Tilang Masih Sedikit

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Berbagai polres jajaran di Jawa Timur mulai memberlakukan sistem e-tilang sebagai langkah inovasi pembayaran tilang. Sebelumnya, sejak November 2016 Polres Kediri selaku pencetus e-tilang telah memberlakukan sistem tersebut. Namun tampaknya sistem tersebut belum berjalan secara maksimal karena masih sedikit masyarakat yang menggunakan sistem tilang berbasis android ini.

Dari data yang dihimpun Koran Memo, sejak diberlakukan e-tilang di Polres Kediri masih sedikit masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut. Tercatat mulai bulan November 2016 hingga saat ini hanya tercatat 15 pelanggar yang menggunakan aplikasi e-tilang. Para pelanggar tersebut merupakan warga luar Kabupaten Kediri yang terkena razia.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Fatikh Dedy Setiawan mengungkapkan, banyak faktor yang membuat aplikasi e-tilang ini masih sedikit digunakan oleh masyarakat. Faktor pertama adalah masih sedikit masyarakat yang tidak menggunakan mobile banking. Dalam pembayaran e-tilang ini, pelanggar membayar denda pelanggaran menggunakan mobile banking.

“Masih sedikit masyarakat yang menggunakan mobile banking. Sehingga mereka tetap memilih membayar denda seperti pada umumnya, yaitu sidang,” ungkap AKP Fatikh saat dikonfirmasi.

Selain masalah mobile banking, AKP Fatikh mengungkapkan sebagian besar masyarakat yang terkena tilang adalah kalangan menengah ke bawah. Mereka mengaku tidak menggunakan ponsel berbasis android sehingga tidak bisa mengaktifkan aplikasi e-tilang tersebut. Dua kendala itulah yang diduga membuat sistem pelayanan tilang berbasis androit ini masih belum bekerja secara maksimal.

Padahal diharapkan dengan aplikasi tersebut dapat menekan pungutan liar. Selain itu sistem aplikasi e-tilang tersebut sebagai terobosan pihak kepolisian untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”Kita terkendala dua faktor tersebut dalam penggunaan sistem e-tilang,” ujar AKP Fatikh. (ram)