Penggerebekan TKA, Satu Terancam Dideportasi

Share this :

Kediri, koranmemo.com –  Pasca penggerebekan terhadap 5 tenaga kerja asing (TKA) di dua rumah yang diduga sebagai distributor ponsel China di kompleks Perumahan Persada Asri Kelurahan Balowerti Kota Kediri, Kamis (29/12), tim Timpora Kantor Imigrasi Kelas III Kota Kediri terus melakukan penyidikan. Hasilnya diketahui 4 dari 5 warga negara asing (WNA) asal China itu tidak memiliki pasporkerja. Sedangkan,Wei Xiangxing, salah satu WNA yang terjaring razia di Blok BI perumahan setempat terancam dideportasi dari Kota Kediri. Pasalnya meskipun mempunyai paspor perizinan kerja no E23325941 dan Itas nomor J1U1NMY83949 2C13JB0886-Q dengan masa berlaku hingga Mei tahun 2017, namun diketahui wilayahnyadi luar Kota Kediri.

Muhammad Tito Andriyanto, Kepala Kantor Imigrasi Kota Kediri mengatakan, usai dilakukan penyidikan, pihaknya menetapkan ke 5 WNA itu sebagai deteni Kantor Imigrasi Kelas III Kota Kediri. Petugas tengah mendalami perkara dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk dibuat berita acara pemeriksaan (BAP) mengenai pelanggaran para TKA. Sedangkan, untuk 1 TKA yang terjaring di rumah Blok B I yang juga diduga sebagai distributor ponsel asal China, Tito menjelaskan saat ini masih menunggu rekomendasi dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Kediri dan Badan Penanaman Modal (BPM) untuk penindakan lebih lanjut lantaran menyangkut masalah ketenagakerjaan serta perizinan kerja. “Kita masih nunggu rekomendasi dari Dinsosnakertrans dan BPM dulu ya,”jelas Tito kepada Koran Memo, Jumat (30/12).

Tito menambahkan, terkait paspor, saat ini dia menyebutkan sudah menerima 3 paspor atas nama Zhang Yong Biao, Huang Zhen Zhao, dan Tang Jian Shen yang juga merupakan WNA asal China yang diamankan dari rumah Blok C nomor 9-10 perumahan setempat. Usai dilakukan pemeriksaan diketahui, 3 paspor susulan merupakan paspor kunjungan. “Jadi 4 WNA yang diamankan di rumah Blok C 9-10 semuanya tidak memiliki izin kerja,”tegas Tito.

Dikatakan, untuk Wei Xiangxing WNA yang memiliki izin namun wilayahnya diluar Kota Kediri, saat ini pihaknya tengah melengkapi berkas untuk diajukan ke kejaksaan. Deportasi akan dilakukan jika yang bersangkutan terbukti melanggar ketentuan yang sudah ada. “Kita pro justitia dulu baru dideportasi jika terbukti melanggar,”imbuhnya.

Tito menjelaskan saat ini pihaknya juga mendalami asal ponsel yang diedarkan oleh distributor yang berkantor di perumahan tersebut. Petugas akan memeriksa perwakilan pabrikan di Jakarta dan Surabaya untuk menambah saksi dalam kasus tersebut. Terkait penyitaan boks besar, Tito menambahkan, usai dilakukan penyidikan diketahui boks besar itu adalah sebuah etalase handphone. “Kita masih mendalaminya dulu dan menunggu rekomendasi dari instansi lainnya,”imbuh Tito.

Sementara, Dewi Sartika, Kepala Dinsosnakertrans Kota Kediri mengaku selama ini belum mendapatkan laporan mengenai perizinan ketenagakerjaan yang direkrut oleh pemilik usaha yang diduga sebagai distributor ponsel China itu . “Padahal aturannya jelas, setiap perusahaan baru setiap perekrutan karyawan harus diketahui pihak Dinsosnakertrans, agar diketahui berapa jumlahnya dan tenaga yang terserap,”jelas Dewi.

Oleh sebab itu, Dewi akan melayangkan surat kepada pemilik rumah yang diduga sebagai distributor itu. Namun Dewi terkendala akan status yang ditujukan kepada rumah yang diduga sebagai distributor itu. Pasalnya saat ini pihaknya masih mendalami mengenai pengelola atau yang penanggungjawabnya. “Entah itu cabang atau bagaimana, pengelolanya siapa, kan kita belum tahu,”papar Dewi.

Disinggung mengenai wilayah kerja salah satu WNA asal China itu, dengan tegas pihaknya akan melayangkan surat kepada Kantor Imigrasi Kelas III Kota Kediri untuk mendeportasi WNA yang tejaring di Blok B I lantaran telah melanggar ketentuan yang berlaku sesuai dengan putusan Kemenaker pusat. “Hari ini, kita akan melayangkan surat ke Kantor Imigrasi,”jelas Dewi Sartika.(ase)

 

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date