Penggerebekan Tambang Pasir Ilegal

Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Tulungagung, Koran Memo – Akhirnya polisi menetapkan dua tersangka terkait aktifitas penambangan pasir di Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, yang diduga ilegal dan meresahkan warga setempat, Senin (11/01). Keduanya adalah Wijiono (37) dan Moch Jauhari (35), keduanya warga Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi tidak melakukan penahanan.

Dua penambang pasir ilegal membawa diesel penyedot pasir yang dikawal polisi menuju truk dan dibawa ke Polres (11/01). (haris/memo)
Dua penambang pasir ilegal membawa diesel penyedot pasir yang dikawal polisi menuju truk dan dibawa ke Polres (11/01). (haris/memo)

“Polisi sementara menetapkan dua tersangka,”tegas AKBP Bhirawa Praja Paksa melalui Kasubag Humas AKP Saeroji kemarin.

Selain menetapkan dua tersangka, polisi juga menyita barang bukti. Yaitu dua unit dump truk AG 9982 US atas nama Haninto warga Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dan AG 8043 UT atas nama Hasan warga Desa Salakkembang Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, dua unit mesin diesel, dua buah selang, enam buah keranjang, enam buah sekop dan uang tunai Rp 600 ribu.

Kedua tersangka yang ditangkap adalah pemilik mesin diesel, yang seharusnya berjumlah empat orang. Namun dua orang lainnya berhasil melarikan diri saat petugas melakukan penggerebekan.

Saeroji menegaskan, aktifitas penambangan pasir mekanik di Desa Sambirobyong tidakdilengkapi Izin Usaha Penambangan (IUP), ijin Penambangan Rakyat (IPR) dan Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK).

Terkait dengan keterlibatan perangkat desa, Saeroji menegaskan polisi masih melakukan pendalaman. Siapapun yang terlibat dalam tambang pasir ilegal akan ditindak tegas. Misalnya oknum aparat, perangkat desa dan lain sebagainya. (ris/Jb)

Follow Untuk Berita Up to Date