Pengembangan Ekonomi Syariah dapat Mendukung Kemajuan Ekonomi Nasional

Kediri, koranmemo.com – Perkembangan ekonomi dengan prinsip syariah tidak lagi dipandang sebelah mata. Negara-negara mulai memandang perekonomian syariah sebagai sumber pertumbuhan baru pertumbuhan ekonomi dan mendeklarasikan visinya sebagai pemain utama dalam perekonomian syariah di dunia.

Menurut Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kediri, Rizal Moelyana, salah satu cara untuk mengembangkan ekonomi prinsip Syariah, salah satunya KPw BI Kediri menggelar kegiatan Road to FESyar sebagai rangkaian penyambutan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Indonesia 2019 yang akan diselenggarakan di Surabaya, 6 sampai 9 November 2019.

Dijelaskan, penyelenggaraan Road to FESyar di regional bertujuan supaya pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan secara merata dalam kaitan mendukung kemajuan ekonomi nasional. “Kegiatan ini diharpakan dapat mengidentifikasi (menjaring) serta mendorong tokoh-tokoh inspiratif ekonomi syariah di daerah agar menjadi motor penggerak bagi lingkungan sekitarnya sekaligus mensosialisasikan penyelenggaraan FESyar Indonesia 2019,” jelasnya saat pembukaan acara Road to FESyar di halaman KPw BI Kediri, Sabtu (26/10).

Dengan mengangkat tema “Mendorong Sinergi Integrasi Antar Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah”, lanjutnya, rangkaian FESyar Indonesia 2019 meliputi kegiatan Shari’a Economic Forum (SEF) dan Shari’a Fair (SF). Cakupan kegiatan SEF bersifat lokal dan regional dengan area substansi mencakup pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah atau pemberdayaan Islamic Social Finance, serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah. Sementara itu, cakupan kegiatan SF lebih fokus pada pencapaian kemajuan ekonomi syariah lokal dan regional.

Rizal mengatakan, Road to FESyar di KPw BI Kediri diisi kegiatan talkshow interaktif dengan tema “lndustri Halal, Propspektif”. “Pemateri dalam talk show ini di antaranya H. Ainul Yaqin selaku Sekretaris Umum MUI Jatim, Cecep M. Hakim selaku Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, serta Juara l Lomba Entrepreneur Muda Syariah Road to FESyar Kediri 2019 yang juga akan mewakili wilayah kerja Kediri pada Lomba Entrepreneur Muda Syariah FESyar Indonesia 2019,” ucapnya.

Road to FESyar ini, sambungnya, juga dimeriahkan dengan penampilan kandidat juara Lomba Kesenian Daerah lslami dari berbagai daerah di wilayah kerja KPw BI Kediri. Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah, serta dihadiri Forkompinda, perwakilan jasa keuangan perbankan, akademisi, unsur ulama, serta pelaku usaha ekonomi syariah.

Rizal berharap, ke depannya Bank Indonesia melalui KPw BI Kediri akan terus melaksanakan program pengembangan ekonomi syariah baik melalui program kemandirian ekonomi pesantren maupun industri kreatif syariah. “Harapannya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang Iebih mandiri dan sejahtera melalui pengembangan fondasi ekonomi syariah yang dilaksanakan baik oleh pesantren maupun pelaku usaha ekonomi syariah Iainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah mengatakan, para pelaku ekonomi syariah saat ini tidak hanya datang dari kalangan muslim, tapi banyak juga dari kalangan non muslim mulai melirik dan berkecimpung dalam dunia ekonomi syariah.
Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi perekonomian syariah dan Indonesia sudah memiliki potensi tersebut melalui besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia. Namun hingga saat ini potensi tersebut masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Indonesia telah masuk sebagai top 5 negara dengan pengeluaran terbesar untuk beberapa industri seperti halal food, halal fashion, dan halal travel, namun masih belum dapat menjadi pemain utama dalam industri-industri tersebut. “Semoga, acara ini dapat menjadi gebrakan baru di sektor perekonomian syariah, terutama di Kota Kediri. Sebagai indikator peningkatan taraf ekonomi di Kota Kediri, munculnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masif di Kota Kediri. Kepada para pelaku UMKM, ini juga sebagai moment untuk meningkatkan hasil produk halal dan bersaing dengan produk lainnya,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date