Pengecekan Terakhir, Sekdakab Evaluasi Batas Keluar Masuk Peserta SKB CPNS

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madiun Tontro Pahlawanto melakukan pengecekan terakhir ke lokasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Madiun di Gedung Padepokan Kampung Pesilat, Caruban Kabupaten Madiun, Kamis (10/9).

Pengecekan dilakukan dengan mengevaluasi posisi peserta masuk dan keluar agar sesuai protokol kesehatan.

Sekdakab minta kekurangan dijadikan bahan evaluasi dan perlu segera dibenahi untuk pelaksanaan SKB digelar Jumat (11/9).

“Perlu penegasan kembali tentang batasan antara peserta keluar dan masuk dengan pagar yang telah ditetapkan. Harapan kami untuk sisa waktu ini untuk di pasang pembatas antara peserta yang masuk dan keluar,” ujar Tontro Pahlawanto.

Pelaksanaan SKB, jelasnya, panitia menyediakan 75 meja ujian dengan tiga ruang isolasi.  Peserta wajib membawa surat keterangan hasil rapid tes untuk membuktikan bahwa dirinya sehat.

“Ruang isolasi yang disediakan tiga. Kalau memang tidak sesuai jumlah yang disiapkan, ada penjadwalan waktu di sesi terakhir. Prinsip semua peserta harus bisa melaksanakan SKB,” tuturnya.

Tontro mengatakan, peserta ujian harus berada di lokasi setidaknya satu jam sebelum tes dimulai.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi mengamini rekomendasi Sekdakab agar ada pembatasan keluar masuk peserta.

“Laptop siap, ruang isolasi telah disediakan. Jarak pembatas agar segera dipasang, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terkait terjadi penularan Covid-19 di Kabupaten Madiun,” katanya.

Diketahui, ada 732 peserta yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), 720 peserta bakal mengikuti tes SKB di Kabupaten Madiun sedangkan 12 lainnya bakal mengikuti tes di luar daerah.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya