Pengadilan Tidak Dapat Menerima Gugatan Sengketa PSHT

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun memutuskan tidak dapat menerima gugatan sengketa kepengurusan Yayasan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

“Menyatakan, memutuskan gugatan tidak dapat diterima,” kata Ketua Majelis Hakim Hastuti, saat membacakan amar putusan melalui video teleconference di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Kamis (18/6).

Dengan putusan tersebut, baik penggugat maupun tergugat, berarti tidak ada yang menang dan kalah.

Sesuai data di PN Kota Madiun, perkara perdata nomor 34.Pdt.G/2019/PN Mad, adapun pihak penggugat atas nama Andreas Ekasakti Yudiawan dan Wahyu Subakdiono.

Tergugat atas nama Rahardjo Basuki Wiyono, Tjahyono Willis Gerilyanto, Eddy Asmanto, Brigjen Pol Purn Lanjar Soetarno, Sugiarto Harsono, Sujatno dan notaris Mardiah.

“Untuk kasus perdata, baik tergugat dan penggugat memiliki upaya hukum banding selama 14 hari,” ujar Humas Pengadilan Negri Kota Madiun Endratno Rajamai.

Ribuan pendekar PSHT Pusat Madiun tidak dapat mengikuti jalannya persidangan karena pembacaan putusan dilakukan melalui video teleconference.
Persidangan berlangsung aman. Sekitar 2000 personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya sidang.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu