Penemuan Kerangka Diduga Kepala Macan Tutul

Share this :

Malang, koranmemo.com – Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Wilayah Malang dan BBKSDA Jatim Wilayah VI Probolinggo menerima penyerahan kerangka oleh warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (7/9).

Kerangka tersebut diduga adalah tengkorak kepala milik hewan karnivora atau hewan besar pemangsa (predator) dari bangsa (ordo) kucing besar. Dugaan sementara, tengkoraknya milik Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas)

Lutfi J kurniawan, tokoh masyarakat penggagas Kampung Sehat Joyo Amerta, kampung wisata edukasi yang sedang dibangun di tepian Sungai Metro, menuturkan, pada tanggal 4 September lalu telah ditemukan kerangka hewan liar di Sungai Metro, Kelurahan Merjosari. Kerangka tersebut ditemukan oleh Lulut Edi Santoso, Guru Seni SMAN 3 Kota Malang.

“Diduga ini merupakan kerangka hewan karnivora jenis kucing besar, ada dugaan juga adalah kerangka macan kumbang. Kami sebagai warga mojosari menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah yang berwenang,” tuturnya.

Kepala BBKSDA Malang, Hari Purnomo, menuturkan bahwa pihaknya akan segera memproses temuan tersebut untuk diteruskan guna proses penelitian di Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor.

“Sehingga diharapkan kita akan segera mengetahui lebih jelas tengkorak apa ini. Jadi pada kesempatan ini kita hanya bisa menduga bahwa ini salah satu satwa liar, jenis kucing besar,”ujarnya.

Baca Juga: Kelanjutan Liga, PT LIB Tunggu Izin Tertulis Kepolisian

Menurut pengukuran secara langsung, didapatkan ukuran lebar belakang kerangka yaitu 21 cm dengan tinggi 13 cm. Dan lebar depan kerangka 8 cm dengan tinggi 5 cm. Serta berat keseluruhan kerangka kepala tersebut yaitu 0,8 kg.

“Ini kalau dilihat dari segi ukurannya sepertinya sejenis kucing, kucing besar, minimal bisa macan tutul,” tambahnya.

Sementara itu Mamat Ruhimat, Kepala Seksi BBKSDA Jatim Wilayah VI Probolinggo, menyebutkan pihaknya sangat mengapresiasi warga Kelurahan Merjosari yang telah melaporkan temuan tersebut

 “Kebetulan semua jenis harimau itu dilindungi undang undang. Dan ini juga dihimbau kepada teman-temen bahwa ini salah satu contoh yang baik untuk kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Baca Juga: KPU Ngawi Perpanjang Pendaftaran Calon Bupati

Baca Juga: Siswa SMAN 3 Jombang Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Menurutnya di wilayah Malang Raya sendiri memang masih dapat ditemui habitat Macan Tutul. Temuan jejak Macan Tutul terakhir yaitu di kawasan Bromo Tengger.

“Dan di wilayah Jawa sendiri ada di wilayah Cagar Alam Pulau Sempu yang saat ini sedang kami pasang camera trap untuk menelusuri jejak. Yang sebelumnya memang ditemukan jejak berupa cakaran macan tutul di pohon,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya