Penemuan Jobong Sumur di Toyoresmi Kediri, Perlu Ritual Khusus untuk Ungkap 3 Sumur Lain yang Masih Tersembunyi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Keberadaan Jobong Sumur di Dusun Besok Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem masih menjadi perbincangan warga. Terlebih masih ada tiga lagi Jobong Sumur yang lokasinya tidak jauh dari temuan Jobong Sumur yang pertama dan lokasinya di sisi Utara dan tersembunyi di rerimbunan rumput dan ilalang.

Untuk ukurannya diduga sama dan untuk kedalaman secara umum belum diketahui dan bisa jadi akan lebih dalam lagi. Selanjutnya pemerintah desa Toyoresmi akan berupaya membersihkan lokasi untuk mengetahui kondisi fisik jobong sumur apakah tinggi dan bahan bis sumur sama dari tanah liat atau tembikar.

Sementara jarak tiga Jobong Sumur antara satu dengan lainya sekitar 5 meter hingga 8 meter. Namun semuanya belum dibersihkan dan masih tertutup ilalang. Informasi yang dihimpun koranmemo.com, saat akan membersihkan Jobong Sumur untuk pertama kalinya dan untuk dilihat kondisi fisiknya seseorang melakukan laku ritual puja mantra untuk kulo nuwun.

Dengan harapan tidak ada gangguan selama melakukan bersih-bersih di sekitar Jobong Sumur. Mengingat lokasi jobong sumur ini jarang dijamah orang. Sekalipun di atas tebing ada jalan tembus yang menghubungkan dua di wilayah Ngasem.

Sementara dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Kediri mengundang BPCB Jawa Timur di Trowulan untuk memeriksa kondisi jobong sumur terkait usia dan keberadaanya.

Yuli Murwantoko Kabid Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri berharap kedepanya penyelidikan yang dilakukan arkeolog BPCB ini akan mendapatkan data tambahan akan sejarah Kabupaten Kediri di abad 14. Karenanya kondisi jobong sumur tetap dipertahankan keaslianya.

“ Tiga lagi yang belum dibersihkan ini kita akan lakukan bersih-bersih di lokasi dan tentunya berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Seperti halnya penemuan situs purbakala baru di Kabupaten Kediri, setiap temuan pasti akan dibuat catatan khusus dan bisa dijadikan edukasi bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Kediri. Bahwa selama ini ada peninggalan,” ujarnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu