Peneliti Uji Obat HIV dan Ebola untuk Tangani Wabah Corona

Hubei, koranmemo.com – Peneliti kesehatan saat ini tengah fokus melakukan penelitian terhadap obat yang diberikan pada pasien HIV dan obat untuk pasien Ebola dalam menangani wabah corona. Hasil dari penelitan ini diharapkan dapat ketahui 2-3 minggu kedepan berdasarkan perkiraan dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Dalam tiga minggu ke depan akan ada hasil awal mengenai obat-obatan yang telah diprioritaskan oleh para ahli untuk diteliti dan dikembangkan,” ujar Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Jumat (21/2) dikutip dari The Guardian.

Pengujian terhadap dua jenis obat ini merupakan rekomendasi dari pakar yang tergabung dalam WHO. Sejumlah pasien yang terlibat dalam pengujian diberikan Kaletra, obat yang diberikan pada pasien pengidap HIV. Berdasarkan data yang ada, dalam pengujiannya obat ini telah diberikan kepada 200 pasien yang terinfeksi virus Covid-19 yang menyebabkan wabah Corona.

Obat lain yang juga sedang diuji coba adalah remdesivir, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi, Gilead. Remdesifir yang ditujukan untuk menangani wabah Ebola sendiri terpantau tidak dapat menangani Ebola secara efektif.

Remdesivir ini merupakan obat yang akan menjadi acuan dalam menginvestigasi perkembangan pasien virus Covid-19. Obat ini berfungsi untuk mengukur seberapa baik obat yang diberikan pada pasien ketimbang dengan pasien yang diberikan plasebo.

Sebelumnya, pemerintah China juga telah menetapkan obat favilavir sebagai obat yang dizinkan untuk diproduksi massal dalam mengobati virus Covid-19. Namun tampaknya obat yang diklaim efektif dalam mengobati virus Covid-19 dan minim efek samping ini bukan obat yang memuaskan para peneliti.

Mengenai langakah selanjutnya yang akan dilakukan oleh WHO, Tedros mengatakan, tim peneliti medis yang dipimpin oleh WHO tengah bekerja bersama petugas medis yang menangani langsung wabah ini. Mereka sedang mengupayakan cara agar warga yang terinfeksi virus Covid-19 dapat dideteksi secepat mungkin.

“Semakin cepat detekski warga yang terinfeksi maka akan semakin baik penanganan yang dapat dilakukan oleh petugas medis,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya