Pencegahan Klaster Keluarga, Pasien Isolasi Mandiri Pindah ke Safe House

Share this :

Malang, koranmemo.com – Dalam upaya menekan pertumbuhan dalam kasus klaster keluarga, Pemerintah Kota Malang melalui Satgas Covid-19 Kota Malang mulai mendata pasien isolasi mandiri untuk dipindahkan ke rumah karantina Safe House. Upaya tersebut juga merupakan tindak lanjut dari sorotan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang meminta seluruh Kepala Daerah untuk melakukan pencegahan klaster keluarga.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menuturkan Pemkot Malang akan memperketat pelaksanaan isolasi mandiri. Pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melakukan karantina mandiri di rumah akan dipindahkan ke Safe House. “Sebagai pencegahan semakin banyaknya klaster keluarga, kami juga akan memperketat tracing pada kontak erat,” ujarnya.

Menurut Sutiaji, selain dirawat di safe house, warga yang terkonfirmasi positif tanpa gejala juga bisa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. Kapasitas Safe House sendiri yaitu 72 pasien, sedangkan ruang isolasi di RSUD Kota Malang yaitu 50 pasien. “Di safe house terisi 51, sedangkan RSUD terisi 16 pasien,” tuturnya.

Sementara itu Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menuturkan pendataan untuk melakukan pemindahan pasien Covid-19 yang menjalani karantina mandiri di rumah tersebut dilakukan dengan melibatkan Puskesmas di Kota Malang. “Upaya penanggulangan kami adalah Isolasi mandiri dirumah di geser ke Safe House. Testing, tracing dan treatment pada kontak erat juga dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Goa Biru, Wisata Rujukan Baru Di Trenggalek

Menurut dr. Husnul, kategori pasien Covid-19 yang akan dievakuasi ke rumah karantina Pemkot Malang yang berada di Jalan Kawi tersebut adalah pasien yang memiliki gejala klinis ringan. “Di safe house itu adalah mereka yang karantina mandiri, tapi tidak membutuhkan pendampingan dalam kegiatan sehari-harinya,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya