Pencairan TPP untuk Guru Terlambat, Ini Alasan Dinas Pendidikan Kab. Blitar

Blitar, koranmemo.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengakui adanya keterlambatan pembayaran tunjangan profesi pendidik (TPP) yang seharusnya sudah dibayarkan kepada tenaga pendidik sejak satu bulan lalu.

Dijelaskan oleh Budi Kusumardjaka, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, bahwa keterlambatan pembayaran TPP pada tenaga pendidik tidak hanya terjadi di Kabupaten Blitar saja. Menurutnya juga menyeluruh di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Faktor utamanya adalah keterlambatan dari pusat yang sampai saat ini belum mentransfer ke Blitar. mengingat pada saat ini anggaran banyak yang di refocusing untuk penangan Covid-19 secara nasional,” katanya saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar yang berada di Kecamatan Garum.

Lanjut Budi, pihaknya telah melakukan upaya agar TPP bagi tenaga pendidik dapat segera terbayarkan dengan cara mengajukan proposal ke pemerintah pusat.

“Istilahnya kalau di kami adalah carry over, dan karena kami sudah mengajukan. Insyaallah Blitar menjadi prioritas untuk terlebih dulu mendapat anggaran dari pusat,” tambahnya.

Baca Juga: Hujan Deras di Blitar: Talut Longsor, Puluhan Rumah Terandam

Menurutnya, jika sesuai dengan rencana dan informasi yang sampai saat ini ia terima, TPP yang sudah terlambat selama satu bulan itu dapat terealisasi pada bulan maret mendatang.

“Saat ini anggaran yang ada di kami masih Rp 37 miliar, sedangkan kebutuhannya Rp 41 miliar. Jadi ketimbang kami bagikan hari ini tapi tidak merata, akhirnya kami putuskan untuk menunggu transferan dari pusat dan memberikannya kepada tenaga pendidik secara bersamaan,” ungkap Budi.

Baca Juga: Dukun Pijat Saraf di Blitar Setubuhi Gadis Bawah Umur

Baca Juga: Duh, Bapak di Blitar Ajak Anaknya Nyolong Motor

Terkait dengan berapa yang nantinya akan diterima oleh tenaga pendidik. Budi menyebutkan jika masing-masing tenaga pendidik tidak akan sama berapa yang diterima karena disesuaikan dengan golongan dan masa kerjanya.

Terakhir, ia menuturkan bahwa sampai saat ini tenaga pendidik dapat memaklumi keterlambatan pembayaran TPP tersebut, yang di sisi lain Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar juga sudah melakukan sosialisasi terhadap tenaga pendidik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Reporter: saifudin/abdul aziz wahyudi
Editor Achmad Saichu