Penangkapan Terduga Teroris, Sempat Dikira Pengeroyokan

Ngawi, koranmemo.com – Aksi penangkapan seorang terduga teroris, Khafid Fathoni atau KF (22) warga Dusun Gebang Desa Walikukun Kecamatan WidodarenKabupaten Ngawi, Minggu (11/12) pagi, diwarnai kejadian menggelikan. Sejumlah warga mengira, jika yang bersangkutan dikeroyok. Bahkan warga sempat akan melerai tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang menangkap terduga perakit bom panci tersebut. “Kami tidak tahu kalau yang ditangkap itu teroris.  Ada warga yang mau melerai, tapi diperingatkan kalau itu teroris,” kata Digo, salah satu warga.

KF disergap satu kilometer dari rumahnya, di Jalan Ngrambe–Gendingan, tepatnya di perlintasan kereta api sekitar 50 meter dari Stasiun Walikukun. Dia diduga terlibat dengan jaringan teroris yang diringkus Densus 88 di Bintaro, Bekasi, Jawa Barat sehari sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Koran Memo, ada empat anggota Densus 88 yang mengikuti KF. Mereka menggunakan dua sepeda motor jenis Kawasaki KLX dan Yamaha Vixion saling berboncengan. Ketika KF berhenti, salah seorang tim memukul KF dari belakang. “Orangnya (KF-red) langsung jatuh tersungkur,” ungkapnya.

Dua orang petugas langsung meringkus mahasiswa salah satu kampus negeri di Solo itu dan membawanya dengan sepeda motor Vixion. Salah seorang petugas lain membawa motor milik KF jenis Honda CB 150 R nopol AE 5863 LQ yang terjatuh. KF langsung dibawa petugas ke arah Polsek Walikukun.

Pasca penangkapan, tim Densus melakukan penggeledahan di rumah Rifai orang tua KF. Dari sana petugas mengamankan beberapa barang bukti. Selanjutnya, KF dibawa tim Densus ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.”Kami hanya mengamankan proses sterilisasi saja. Terkait olah TKP semua dilakukan oleh satuan atas baik Densus 88 maupun dari Labfor Polda Jawa Timur,” jelas Wakapolres Ngawi Kompol Soehono.  (dik/jur).

24 Bahan Kimia Akan Diramu Jadi Bom

Tim gabungan Densus 88 bersama Satbrimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim di Madiun, tim penjinak bom (Jibom) Detasemen Gegana, serta tim anti teror menyita 24 bahan kimia yang akan dijadikan peledak dari kediaman terduga teroris Khafidz Fatoni (22).

Komandan Satbrimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim di Madiun, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, sejumlah barang yang diamankan petugas dari kediaman pelaku, masih berupa bahan peledak berbentuk serbuk, belum dijadikan atau dirakit menjadi bom.

“Kemarin ada beberapa bahan yang masih dalam waktu mengendap, masih menunggu kering. Tapi ada sejumlah gram bahan yang sudah kering. Yang masih proses endap ada sekitar 1,3 kilogram. Jadi yang diamankan petugas dan langsung dibawa je Jakarta itu masih berupa bahan-bahan kimia, yang akan dicampur menjadi bahan peledak,”katanya, Minggu (11/12).

Menurutnya, bahan kimia seperti triacetone triperoxide (TATP) tidak dapat diperoleh di pasar bebas, sehingga kemungkinan, oleh pelaku diramu sendiri. Dijelaskan, tidak semua orang dapat membeli TATP di toko-toko kimia, karena hanya untuk keperluan tertentu.“Yang jelas ya butuh keahlian juga untuk meramu bahan kimia itu,” jelasnya.

Selanjutnya, bahan peledak tersebut sebagian dimusnahkan tim Gegana Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Detasemen C Pelopor Polda Jatim Subden II di Madiun. Untuk bahan peledak TATP  sengaja tidak dimusnahkan di Laboratorium Forensik (Labfor) Gegana Polda Jatim maupun Mabes Polri di Jakarta, karena sifatnya sangat rentan. Apalagi, jika terkena suhu yang terlalu panas atau gesekan dapat meledak.“Ini termasuk High Explosives. Jadi ledakannya ataupun nanti kalau nanti sudah dalam bentuk bom jadi, sudah ada cassingnya atau isiannya akan lebih dahsyat lagi efek ledakannya,”paparnya. (adi/jur)