Penanganan Pengaduan Ngambri Berlanjut, Begini Perkembangannya di Polres Lamongan

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Proses penyelidikan dugaan penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan Irfan Susanto (41) warga Ciro Kulon RT 015 RW 004 Desa Bakung Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo yang diadukan Ngambri Sudipo (53) warga Dusun Ngingas Desa Mojodadi Kecamatan Kedungpring masih terus berlanjut.

Meski demikian, hasil dari proses penyelidikan tersebut masih belum bisa disimpulkan karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan penyidik. “Rangkaian penyelidikan masih terus berjalan. Itu masih dalam proses penyelidikan,” jelas Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung.

Ditanya terkait Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nomor : SP2HP/B/418/VII/RES.1.11/2020/Satreskrim tanggal 29 Juli 2020 yang diterima Ngambri Sudipo bahwa Irfan Susanto dan Istrinya tidak hadir saat dilakukan pemanggilan, kembali David tidak berkomentar terkait teknis penyelidikan.

Namun, pihaknya mengaku jika penyidik masih berupaya melakukan pemeriksaan. “Ada tahapan-tahapan yang akan dilakukan teman-teman penyidik untuk membuat terang apakah itu suatu peristiwa pidana atau bukan,” tambah David.

Sementara itu, Ngambri Sudipo membuat pengaduan, buntut proses jual beli 6 bidang tanah pekarangan senilai Rp 1 Miliar kepada Irfan dengan bukti SHGB nomor 1192, 1193, 1194, 1200, 1204. Tiba-tiba sekitar tahun 2017, PT Karya Usaha Mandiri Pratama menggugat Irfan Susanto. Dan, Ngambri Sudipo berstatus turut tergugat II.

Sejak proses gugatan tersebut hingga putusan, Irfan Susanto tidak pernah menghadiri persidangan. Bahkan, dalam pengaduan Ngambri : STTPM/215/VII/2020 juga tidak menghadiri panggilan penyidik Polres Lamongan. Siapa sebenarnya Irfan Susanto itu ? Begini tanggapan Asik selaku ketua RT yang pernah ditempati Irfan Susanto di Perumahan Griya Agung Permata, Blok A nomor 13 RT 1 RW 5, Kecamatan Babat, Lamongan.

Walaupun tidak mengetahui banyak tentang sepak terjang Irfan Susanto saat menjadi warga Perumahan Griya Agung Permata, Blok A nomor 13 RT 1 RW 5, Asik selaku Ketua RT setempat mengaku sempat pernah mencermati siapa sebenarnya warganya tersebut. Mulai identitas maupun kehidupan bermasyarakat di sekitar perumahan.

Meski masyarakat menilai Irfan itu orang terpandang lantaran dianggap pernah berjasa di kawasan perumahan dengan pembangunan gorong-gorong maupun pembangunan paving, namun, Asik mulai mencurigai jika Irfan itu orang bermasalah ketika banyak orang mendatangi rumahnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Selaku ketua RT, Asik mengakui selama menjadi warganya, Irfan saat itu ditunjuk oleh warga sekitar sebagai ketua paguyuban sebab selain terpandang, dimata masyarakat orang tersebut layaknya orang kepercayaan PT Karya Usaha Mandiri Pratama.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu