Penambang Nunggak Pajak, PAD Tambang menguap

Ponorogo, koranmemo.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo dari sektor retribusi pajak daerah dipastikan menguap tahun ini. Pasalnya, sejumlah pengusaha tambang diduga menunggak pajak hingga bertahun-tahun.

Seperti yang terjadi di Pertambangan yang berada di Desa Maguhan Kecamatan Sambit ini. Tambang milik PT Inti Makmur Rajawali ini tercatat menunggak pajak hingga 2 tahun lamanya. Ironisnya, tak hanya menunggak pajak pertambangan yang beroprasi sejak 2017 lalu ini juga diduga menyalahgunakan perijinan yang dikeluarkan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim. Pasalnya, dalam ijin tersebut seharusnya digunakan untuk tambang Pasir dan Batu (Sirtu), namun justru digunakan untuk tambang batu Andesit.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pajak Daerah BPPKAD Ponorogo Toni Kristiawan. Ia mengatakan akibag ulah PT Inti Makmur Rajawali itu, Ponorogo dirugikan hingga Rp 100 juta.” Tunggakanya 2 tahun, nominalnya Rp 100 juta. Kalau ijinya itu Sirtu, dimana per ritnya itu 10 ribu rupiah. Tapi kalau batu andesit itu per ritnya 45 ribu rupiah,” ungkapnya, Selasa (18/2).

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap menarik retribusi pajak daerah sesuai produksi tambang, yakni batu Andesit. Sementara terkait penertiban izin, hal itu merupakan kewenangan Dinas ESDM Jatim.” Kalau kita menariknya sesuai hasil produksi. Batu Andesit. Untuk penertiban ijin ada di Dinas ESDM Jatim,” pungkas Toni.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu