Pemuda Jamsaren Dibacok Teman

Share this :

f-bacokKediri, Memo-Hendra Kusuma Wardana (40), warga Jamsaren Gang 1/25 Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri Selasa (2/12) malam, dibacok temanya yang dikenalnya bernama Kormen seorang tukang becak ketika menggelar pesta minuman keras (miras) dirumahnya. Akibatnya kepala mengalami luka terbuka di bagian kepala. Peristiwa pembacokan ini oleh Sri Yuliani (54), tetangga sekaligus bibi korban dilaporkan ke Mapolres Kediri Kota.

Informasinya, Selasa (2/12) sekitar pukul 15.00 WIB korban bertemu dengan Kormen di pinggir jalan Kelurahan Kemasan. Saat itu Kormen mengajak korban untuk ikut berpesta miras, “ Saat bertemu itu dia sedang minum dan saya diajak namun saya tolak,” ujar Hendra kepada Koran Memo kemarin siang dirumahnya.

Namun, saat itu Kormen mengatakan akan berkunjung ke rumah.Sekitar pukul 16.00 WIB, ternyata Kormen benar-benar datang dengan membawa miras dan mengajak korban untuk minum bersama. “ Saya kira hanya bercanda, ternyata ia (Kormen-red) benar-benar datang dengan membawa miras,” lanjut Hendra

Karena tidak enak, Hendra tidak menolak ketika diajak nenggak miras. Padahal dirumah ada bapaknya yang sedang sakit stroke, “ Saya akhirnya minum, dan disebelah ada papa,” katanya.

Saat itulah, karena sudah dalam kondisi mabuk Kormen tiba-tiba menawari orang tua Hendra minuman. Karuan hal itu ditolaknya, “ Lawong merokok saja saya larang mas, kok papa saya dikasih minuman,” tandasnya.

Mendapat teguran penolakan itu, Kormen naik pitam, hingga keduanya terlibat cek cok. Saat itulah tiba-tiba Kormen berdiri kemudian mengeluarkan sebilah sabit yang memang telah dipersiapkan.

Seketika diayunkan sabit itu, hingga mengenai kepalanya sebanyak dua kali. Akibat tebasan sabit tukang becak tersebut Hendra mengalami luka terbuka di bagian kepala depan dan kiri. Usai melakukan pembacokan Kormen kabur.

Hendra mengaku, dalam kondisi luka parah masih sempat mengejar Kormen. Namun karena teman minumnya itu mengayuh becak ia tak dapat mengejarnya. Akibat luka bacokan itu ia sempat terdiam di halaman rumah sekitar dua jam, “ Saya tidak enak kalau papa tahu,” tambahnya.

Namun, akhirnya orang tuanya yang sakit mengetahui kondisi Hendra yang terluka. Mengetahui hal itu, orang tuanya langsung menghubungi Sri Yuliani adiknya dan langsung meminta bantuan warga untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan, langsung mendatangi lokasi dan membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Kota Kediri. Sementara itu menurut keterangan dari pihak kepolisian, jumlah pelaku pembacokan adalah 2 orang.

Kedua pelaku diketahui ikut dalam pesta miras di dalam rumah Hendra. Setelah membacok korban, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Budi Narianto mengatakan saat ini pihaknya masih berusaha mencari pelaku pembacokan. “Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan,” ujarnya.(kur)