Pemohon E-KTP Pemula Membludak

Tulungagung, Koran Memo – Para pemohan elekronik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) pemula di Kabupaten Tulungagung dalam waktu sepekan terakhir mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari biasanya. Hal ini mengakibatkan ruang pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) penuh antrean.

Para pemohon ketika antri di ruangan Dispendukcapil dalam pengurusan administrasi kependudukan kemarin (deny/memo)
Para pemohon ketika antri di ruangan Dispendukcapil dalam pengurusan administrasi kependudukan kemarin (deny/memo)

Berdasarkan pantauan Koran Memo, antrean pemohon terjadi hingga keluar ruang akibat penuhnya ruang pelayanan. Para pemohon ada yang berteduh di bawah pohon sambil menunggu panggilan pengambilan kartu yang terintegrasi secara normal. Lonjakan para pemohon e-KTP mencapai lima kali lipat dari hari biasa.

“ Memang  akhir-akhir ini ada kenaikan pemohon e-KTP pemula. Bahkan hingga mencapai 600 pemohon setiap hari,” ungkap Kepala Dispendukcapil, M Justi Taufik.

Dia mengatakan pemohon pemula didominasi para pelajar yang sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan identitas kependudukan.  Apalagi  bertepatan dengan musim liburan sekolah. Jadi kesempatan tersebut dimanfaatkan mengurus administrasi kependukkan.

Selain pemohon e-KTP pemula, ada juga pemohon yang kehilangan e-KTP, pengubahan status kepindahan domisili serta lain-lain. “Jadi wajar pemohon tidak seperti hari biasa,” ujarnya.

Tentu dengan jumlah pemohon yang melonjak, proses pencetakan lebih lama. Namun, tetap dalam sehari bisa langsung jadi. “Kalau pencetakan tidak ada masalah, sehari sudah bisa tercetak. Kebutuhan printer maupun kartu juga tersedia,” ungkapnya.

Justi mengaku untuk mengantisipasi mengenai lonjakan pemohon pada tahun sebelumnya. Yakni dengan mengambil bahan e-KTP ke Kementerian Dalam Negeri sebanyak 22 ribu. Lantas pada akhir tahun lalu ada tambahan 8.000 e-KTP. Jadi, kendati terhadi lonjakan pemohon untuk ketersediaan bahan e-KTP tetap aman. “Kemungkinan pada minggu depan, pemohon akan turun,” jelas dia.

Justi menambahkan, terpenting kini mendekatkan pelayanan kepada warga. Karena letak geografis sering menjadi kendala mengenai jarak tempuh. Jadi dibutuhkan mobil keliling. Imbasnya  jika ada pelayanan lebih dekat, akan memudahkan warga untuk mengurus tidak perlu menempuh jarak dan waktu lama. “Termasuk memberikan pelayanan di kecamatan  serta mobil keliling. Ini masih dalam proses,”  pungkas dia. (den/Jb)

Follow Untuk Berita Up to Date