Pemohon Bantuan Modal UMKM di Kabupaten Madiun Melebihi Kuota, Tembus 19 Ribu

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sebanyak 19 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Madiun, kini telah mengajukan permohonan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Angka tersebut melebihi kuota ditetapkan sebanyak 12 ribu.

Data serta persyaratan pelaku UMKM yang mengajukan BLT UMKM sebesar Rp2,4 juta dari Pemerintah Pusat itu, sekarang telah diterima dan tercatat di Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop & UM) Kabupaten Madiun.

“Program BPUM dari Kementerian Koperasi untuk membantu UMKM yang ada, menurut data kita mendapat kuota 12 ribu. Sampai hari ini (kemarin,red) pendaftar yang terupdate ada 19 ribu lebih,” kata Sekretaris Disperdagkop & UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi, Kamis (10/9).

Dia mengatakan dari ribuan pemohon, hanya sekitar enam ribu pemohon yang telah terverifikasi dan telah melakukan pencairan bantuan senilai Rp2,4 juta tersebut.

“Kita sebagai dinas pengusul terkait nanti cair atau tidak nanti akan ada verifikasi BRI karena juga menggunakan NIK sehingga akan terlihat punya bantuan, utang atau nominal tabungan yang dimiliki seperti yang di syaratkan dalam penerimaan BPUM,” kata Agus.

Sesuai jadwal, pemohon diberi batasan hingga 16 September mendatang. Melihat kondisi pemohon yang kian hari kian bertambah, pihak Dinas Perdagangan akan mengikuti regulasi Pemerintah Pusat terkait peralihan dari daerah lain yang tidak terserap ataupun pengajuan tambahan dari APBD.

“Untuk pengajuan tambahan dari dana APBD atau yang lainnya masih melihat regulasi pemerintah, apakah yang di daerah lain tidak terserap dialihkan ke kita atau bagaimana belum ada petunjuk,” tuturnya.

Sementara salah satu pemohon Banpres BPUM, Suwito (49) warga Desa Sirapan Kecamatan Madiun mengetahui adanya program BPUM dari arahan desa.

Dia kemudian mengajukan permohonan ke dinas perdagangan dengan cukup membawa fotocopy KK dan KTP, nomor telepon, alamat serta jenis usaha yang sedang dijalankan.

Baca Juga: Gerakan Indonesia Bermasker, Forkopimda Kota Madiun

Baca Juga: Lelang Jabatan Eselon II, Pemkot Madiun Tunggu Izin Pusat

Pengusaha toko dan angkringan ini mengaku semenjak adanya pandemi Covid-19 pendapatannya sangat menurun. Dengan adanya bantuan untuk usaha rakyat ini berharap bisa cair dan dapat membantu usaha kecil yang saat ini sedang dijalankannya.

“Sementara buka toko dan angkringan dua tahun berjalan, berdampak adanya Covid-19 penurunan omset,banyak teman yang gulung tikar juga, harapannya usaha bisa terbantu dengan program ini,” ungkapnya.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya