Pemkot Madiun Siap Laksanakan Tes SKB CPNS 2019

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Pemerintah Kota Madiun siap melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 pada Rabu (2/9). Pantauan koranmemo.com, Selasa (1/9), persiapan secara teknis sudah matang. Sarana laptop telah berjajar rapi di Aula Utama Wisma Haji Kota Madiun.

Sebanyak 150 laptop terbagi di dua ruangan, dengan rincian 138 laptop disiapkan di ruang utama atau aula atas. Sedangkan 12 laptop lainnya berada di ruang khusus, bagi mereka yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius, dalam kondisi sakit dan difabel atau berkebutuhan khusus.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Madiun, Haris Rahmanudin menuturkan panitia telah menyiapkan sarana prasarana untuk protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, pemeriksa suhu elektrik, dan sarung tangan.

“Sudah saya sampaikan ke peserta agar menggunakan face shield, masker dan membawa pensil (bukan pensil mekanik),” ujarnya.

Mengingat pelaksanaan SKB ini tidak bisa ditunda, maka bagaimanapun kondisi peserta, jika dia hadir harus dilayani dengan baik. Haris mengaku, peserta akan mendapat perlakuan dan hak yang sama. Namun, jika peserta dalam kondisi sakit atau melebihi batas suhu yakni 37,3 derajat celcius, petugas akan membantu untuk pengambilan barcode dan pin.

Baca Juga: Jelang Pendaftaran Paslon Pilbup Kediri, Ini Fokus KPU

Baca Juga: Jajaran Satreskoba Polres Trenggalek Bekuk 4 Orang Tersangka

Alur SKB dijelaskan akan sama seperti seleksi kompetensi dasar (SKD) beberapa bulan lalu. Mengingat dalam kondisi pandemi covid 19, pengantar hanya boleh mengantar sebatas masuk halaman aula dan tidak boleh menunggui di tempat. “Karena di depan merupakan jalur cepat (ring road) kami persilahkan masuk hanya sampai halaman aula dan langsung keluar,” tambahnya.

Peserta SKB berdasarkan titik lokasi (tilok) yang sudah disematkan di Kota Madiun sebanyak 397 peserta, 168 dari warga dalam Kota sisanya dari luar kota. Sedangkan satu lainnya memutuskan untuk bergeser ke Kanreg I Yogyakarta. “Jika tidak hadir konsekuensinya langsung gugur karena harus hadir,” tuturnya.

Reporter: Adi/Juremi

Editor: Della Cahaya