Pemkot Kediri antisipasi eksodus PSK Dolly | Koran Memo

Informasi dan Berita Koran Memo Seputar Kediri Nganjuk Kertosono Pare Blitar Tulungagung Trenggalek Madiun

semampir kediriPemerintah Kota Kediri mulai mengambil langkah antisipasi terhadap rencana penutupan lokalisasi Dolly Surabaya yang akan dilakukan pada 19 Mei 2014 ini. Pihak pemkot khawatir, terjadi eksodus PSK dari Dolly ke eks lokalisasi Semampir Kediri.

“Kita segera melakukan pendataan di Semampir, sebab disana penghuninya rata-rata adalah PSK. Kami khawatir tempat itu dijadikan tujuan eksodus,” kata Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri, Rice Oriza, kepada lensaindonesia.com, Selasa (13/05/2014).

Baca juga: Kekerasan seks dan fisik terhadap pelajar marak di Kota Kediri dan Guru depresi aniaya dua siswa SD di Kediri
Dinsosnaker juga akan bekerjasama dengan lurah setempat serta RT/RW dan juga mucikari agar menolak PSK yang masuk ke Semampir.

Oriza mengatakan, lokalisasi Semampir sudah ditutup oleh pemerintah sejak tahun 1999. Saat ini keberadaanya beralih fungsi menjadi rumah karaoke ataupun café. Meski begitu penghuninya di kawasan tersebut adalah para PSK.
“Sebenarya yang bisa membentengi eksodus PSK ke Semampir ya wargannya sendiri,” kata Oriza saat ditemui di kantornya.

Ia menyampaikan, ada dua upaya yang kini tengah dilakukan Dinsosnaker untuk mengantisipasi eksodus PSK Dolly, yaitu melakukan pendataan penghuni eks lokalisasi Semampir dan proteksi kepada para penghuni agar menolak keberadaan PSK pendatang.
“Sejak Jumat lalu, kita mulai melakukan pendataan penghuni di situ (Semampir). Kemudian kita proteksi, agar tidak ada penambahan penghuni. Target kita selesai di akhir bulan ini,” Oriza.

Sekadar diketahui saat PSK eks lokalisasi Semampir yang terdata adalah 160 orang. Meski sudah tidak menjadi lokalisasi, namun kegiatan esek esek tempat ini masih berlangsung secara terlangsung.