Pemkot Blitar Dirikan 6 Check Point Untuk Pemudik

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Pemerintah Kota Blitar mendirikan sedikitnya enam check point untuk memantau dan mengendalikan pemudik. Enam lokasi itu nantinya bakal digawangi petugas gabungan di Kota Blitar.

“Harapannya, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, tahun ini tidak usah mudik. Sementara ditunda dahulu menunggu kondisinya memungkinkan,” kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, Jumat (24/4) ditemui di kantor wali kota.

Pendirian check point itu dilakukan pasca berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Blitar. Pasalnya, Kota Blitar sendiri saat ini berbatasan langsung atau berada di tengah-tengah Kabupaten Blitar.

“Di antara lokasi check point itu adalah pintu masuk ke Kota Blitar. Di antaranya pintu masuk gerbang di perbatasan Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Ada juga di Stasiun Blitar, Terminal Patria hingga di titik poin jantung Kota Blitar alias Alun-Alun Kota Blitar. Di lokasi itu nantinya ada petugas gabungan. Mulai dari petugas dari Pemkot Blitar, TNI dan kepolisian dan elemen lain,” jelas Santoso.

Tugas utamanya, menurut Santoso adalah mengendalikan pemudik. Sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, bahwasanya tahun ini dilarang untuk mudik. Ketika mendapati ada warga yang nekat, nantinya bakal ditindaklanjuti.

“Makanya kami sudah menyiapkan lokasi khusus yakni rumah karantina di rumah susun 511. Ini juga mengantisipasi kondisi di lapangan,” kata Santoso.

Hingga kini, kata Santoso, sesuai dengan laporan petugas di lapangan, ada setidaknya 12 warga yang sudah menghuni di rumah susun. Sebenarnya ada 15 lebih, tetapi sebagian di antaranya menjalani karantina mandiri di rumah. Tentunya dengan pengawasan ketat oleh petugas kesehatan dan perangkat kelurahan.

Santoso menambahkan, sesuai dengan laporan jajarannya hingga kini belum ada gelombang pemudik. Itu berarti larangan dari pemerintah pusat agar warga Kota Blitar tidak sementara tidak pulang ke rumah usai dari perantauan benar-benar dipatuhi. “Harapannya begitu, ini juga demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Della Cahaya