Pemkot Beri Bantuan kepada Hanif Anak Pendertia ITP

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kesehatan setempat mengaku sudah memberikan bantuan lagi tahun ini kepada M. Hanifvaufa Zaim anak usia 10 tahun yang menderita Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP). Bocah asli warga Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri itu saat ini masih dirawat di RSUD Dokter Soetomo Surabaya, diharapkan dengan bantuan tersebut Hanif demikian panggilan akrabnya lekas sembuh dan sekolah kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adzima mengatakan, sudah memberikan bantuan kepada Nani ibu Hanif untuk pengobatan. Selain memberikan bantuan sebesar Rp 5,5 juta, Pemkot Kediri juga mengeluarkan surat pernyataan miskin (SPM) yang dikirimkan langsung ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya.

“Minggu lalu sudah kita keluarkan SPM, yang artinya semua pengobatan di rumah sakit dokter Soetomo gratis karena sudah ditanggung oleh Pemerintah Kota. Selain itu kita juga transfer uang yang sudah terealisasi Rp 5,5 juta untuk living kosnya saja,” katanya, Senin (6/8).

Fauzan mengaku, pihaknya sudah sering memberikan bantuan kepada Hanif sejak tahun lalu. Selain biaya pengobatan gratis juga memberikan uang sebesar Rp 9 juta untuk tempat tinggal Hanif selama perawatan di RSUD Dokter Soetomo.

“Kita sudah sering memberikan bantuan kepadan anak Hanif, baik pembiayaan kesehatannya maupun living kosnya di sana. Kalau tidak salah, tahun 2017 kemarin sudah kita berikan ada sekitar Rp 9 juta itu untuk living kos. Bahkan semua biaya pengobatannya sudah ditanggung oleh Pemerintah Kota Kediri,” katanya.

Terlepas dari itu, Fauzan berharap Hanif bisa segera sembuh dan melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda akibat penyakit tersebut. Selain itu, dia mengaku belum memiliki data jumlah anak yang menderita penyakit yang sama seperti Hanif tersebut. Karena, penyakit tersebut termasuk sulit untuk dideteksi dini oleh masyarakat awam.

“Penyakit ini kan sama seperti Polisitemia, Leukemia, dan kanker – kanker darah seperti itu. Deteksi dininya tidak ada, hanya kalau waktu bayi anak sering pendarahan secara mendadak misal mimisan, gusi berdarah, atau kulit berwarna ungu maka orangtua harus segera memeriksakan ke dokter agar diketahui apakah anak ini menderita kelainan darah seperti ITP, Polisitemia, Leukimia, atau pendarahan biasa,” tandasnya.

Seperti diberitakan selumnya, selama 8 tahun Hanif bertahan hidup dari penyakit ITP dan disarankan untuk segera menjalani operasi. Ini menyusul selama 2 bulan menjalani perawatan di RSUD Dokter Soetomo, kondisi luka (benjolan, red) di kepalanya tidak kunjung membaik.

Hanif murid SDN Ngadirejo 5 Kota Kediri Jawa Timur ini dikenal sangat rajin di sekolah. Meski hidupnya digerogoti penyakit ganas, namun tidak menyurutkan niat bocah yang selalu baik kepada kawan-kawannya ini untuk terus belajar. Namun karena penyakit ganas tersebut, kini dia belum bisa kembali ke bangku sekolah.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu