Pemkab Nganjuk Pastikan Stok Pangan Aman Jika Pemerintah Pusat Berlakukan Karantina Wilayah

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan stok pangan di wilayahnya aman sepanjang proses penanganan wabah corona (Covid-19). Terlebih setelah adanya wacana pemerintah pusat yang akan memberlakukan karantina wilayah.

Salah satu upaya yang dilakukan Forkopimda Nganjuk dengan melakukan sidak ke sejumlah gudang sembako. Targetnya meliputi gudang bulog di Desa Candirejo Loceret dan Pabrik Gula (PG) Lestari yang berlokasi di Patianrowo. Hasilnya, berdasarkan peninjauan di lapangan dipastikan stok pangan aman sepanjang proses penanganan Covid-19.

“Persediaan gula dan beras masih aman karena stoknya masih memadai,” jelas Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidayat, Selasa (31/3).

Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk menyampaikan, langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan sembako. Mengingat dampak dari mewabahnya corona secara nasional akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.

“Stok  beras di Nganjuk saat ini mencapai 32 ribu ton, dan April mendatang sudah panen raya, saya perkirakan persediaan beras kita mencapai 24 ribu ton beras,” jelas Mas Novi.

Guna memastikan volume stok beras itu tidak berkurang, Mas Novi menginstruksikan pada Dispertan dan gapoktan (gabungan kelompok tani) untuk tidak mendistribusikan hasil panen di Nganjuk ke daerah lain, melainkan harus bersinergi dengan Bulog.

Mengenai stok gula, General Manager  PG Lestari Marshal. G., menyebut stok gula di gudangnya sebanyak 256. 649 ribu ton.

“Stok gula di gudang lll merupakan akumulasi dari tahun 2016 hingga 2019 dan akan di reproses pada musim giling tahun 2020 agar mutunya sesuai dengan standar Disperindag,” ujarnya.

Mas Novi juga mengagendakan operasi pasar guna menindak oknum tak bertanggung jawab yang sengaja melakukan penimbunan, sehingga barang kebutuhan menjadi langka.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan dan TNI untuk ikut mengawasi pelaksanaan operasi pasar. Apabila ada yang ketahuan menimbun akan kami tindak dengan tegas,” tegas Mas Novi.

Kendati demikian, dalam pelaksanaan operasi pasar nanti harus tetap memenuhi protokol kesehatan seperti yang sudah disosialisasikan yakni, tidak bergerombol, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Petugas pasar harus mengetahui protokoler operasi pasar dan menyiapkan tempat cuci tangan di pasar,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu