Pemkab Nganjuk Anggarkan Rp 19,3 M untuk Penanganan Covid-19

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk serius dalam melakukan langkah penanganan virus corona atau covid-19 yang saat ini terus menjadi perhatian dunia. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 19,3 miliar untuk mengatasi virus tersebut.

“Anggaran tersebut diambil dari beberapa sumber dana, nantinya akan didistribusikan ke beberapa unit. RSUD Nganjuk sebanyak 6 Milyar 290 juta, RSUD Kertosono 6 Milyar 510 juta dan Dinkes 6 Milyar 500 juta,” ujar Bupati Nganjuk
Novi Rahman Hidayat, S.Sos., M.M. kepada wartawan.

Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk selama ini meliputi penyemprotan disinfektan di tempat rawan penularan, meliburkan para pelajar, menerapkan sosial distancing, serta mengimbau pemilik tempat hiburan maupun kafe untuk menutup sementara kegiatan mereka.

Bahkan, petugas tak segan menindak tegas pemilik kafe yang masih beroperasi maupun menindak pengunjung yang tetap melakukan kongkow meskipun imbauan telah dikeluarkan. Guna memaksimalkan upaya pencegahan tersebut, Pemkab Nganjuk juga menyiapkan anggaran, serta menyiapkan tempat isolasi jika nantinya ada pasien Positif COVID-19.

“Percuma sekolah diliburkan tapi pelajarnya masih berkeliaran ke kafe, itu justru berbahaya. Maka dari itu saya minta bantuan POLRI dan TNI untuk menertibkan jika masih ada yang membuka tempat usahanya,” tegas Bupati Novi.

Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk menambahkan, pihaknya sudah membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19, serta posko penanganan COVID-19 di beberapa titik.

Mas Novi juga telah mengantisipasi kemungkinan terburuk bila ternyata nantinya banyak warga yang positif terserang virus tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan ruang isolasi di dua rumah sakit milik daerah.

“Ruang isolasi sudah disiapkan di dua rumah sakit, yakni RSUD Nganjuk sebanyak 8 ruangan, dan RSUD Kertosono 30 ruangan,” paparnya.

Kendati demikian pihaknya berharap agar masyarakat Kabupaten Nganjuk tetap dalam keadaan sehat, tanpa ada warga yang positif terserang virus Covid-19. Ia mengajak warganya untuk terus berusaha menjaga kesehatan serta memperbanyak berdoa agar diberikan keselamatan.

“Saya berharap semua ruangan (isolasi) tidak terpakai, saya selalu berdoa agar Nganjuk aman dari COVID-19,” harapnya.

Sebelumnya, Mas Novi bersama Forkopimda Nganjuk meninrumah sakit umum daerah serta ikut serta memantau kegiatan para relawan dari Dinas Sosial dan Tagana yang melakukan penyemprotan di tempat-tempat umum seperti pasar dan tempat lain. Mas Novi juga akan mulai memberlakukan shift kerja terhadap para ASN Pemkab Nganjuk mulai 26 Maret 2020.

“Sebagai upaya menjalankan sosial distancing sesuai arahan pusat, sehingga para ASN dapat bekerja efektif tanpa harus melakukan kontak fisik atau bertemu dengan banyak orang,” tutur Mas Novi.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu