Pemkab Madiun Rapid Test 12 Santri Temboro, 2 Reaktif Diisolasi

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Madiun bergerak cepat melakukan Rapid Test terhadap 12 santri Ponpes Al Fatah Temboro yang pulang ke Kabupaten Madiun.

“Hasil Rapid Test Covid-19 terhadap 12 santri, dua diantaranya dinyatakan reaktif,” kata Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi, Jumat (24/4).

Rapid Test 12 santri asal Kecamatan Mejayan itu dilakukan oleh UPT Puskesmas Mejayan, kemarin (23/4).
Setelah dua santri dari Desa Sidodadi diketahui reaktif, kemudian petugas dari RSUD Caruban melanjutkan dengan pengambilan sampel swab untuk uji lab. “Tanggal 24 April hari ini, dilaksanakan tes swab kepada kedua santri yang reaktif tersebut,” ujarnya.

Bahkan, kedua santri reaktif itu kini menjalani isolasi di RSUD Caruban. Sedangkan lainnya, diminta karantina mandiri selama 14 hari. “Tim juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar lingkungan rumah santri,” ujarnya.

Sesuai data di Tim Gugus, di wilayah Kecamatan Mejayan sebenarnya terlacak ada 13 santri Temboro. Namun hanya 12 santri yang sudah pulang, dan satu santri masih berada di Pondok Temboro.

Sedangkan mengenai informasi santri Temboro asal Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang dinyatakan positif hasil Rapid Test Covid, Mashudi mengaku belum mengetahui. “Data belum ada di Tim Gugus dan masih dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Meski demikian, Mashudi menilai jumlah santri Temboro asal Kabupaten Madiun diprediksi cukup banyak. Sehingga klaster Temboro patut diwaspadai dan dilakukan pendataan cepat guna memutus penyebaran Covid-19.

“Santri Temboro itu banyak sekali, sehingga tim gugus harus tetap berusaha dan lebih semangat mencari data,” pungkasnya.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu